Manado - Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah kebiasaan "refleks" membuang sampah sembarangan, seperti membuang botol mineral atau tisu langsung dari kaca mobil.
Menurut Andrei, banyak masyarakat sebenarnya sudah tahu bahwa tindakan tersebut salah, namun tetap melakukannya tanpa beban.
Soroti Jam Buang Sampah yang Semrawut
Selain membuang sampah dari kendaraan, Wali Kota juga menyoroti ketidakdisiplinan warga terkait waktu pembuangan sampah. Masih banyak warga yang menaruh sampah di pinggir jalan umum sejak pukul 20.00 WITA, padahal aturan sudah jelas.
"Pemerintah telah menetapkan jam pembuangan sampah, yaitu di atas jam 11 malam di depan rumah masing-masing agar bisa diangkut oleh motor sampah," tegas Andrei.
Penumpukan sampah di pinggir jalan sebelum waktunya dinilai merusak estetika kota dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Manado.
Disiplin Dulu, Baru Bicara Pemilahan
Terkait program pemilahan sampah (organik dan non-organik), Andrei Angouw menegaskan bahwa pondasi utamanya adalah kedisiplinan dasar. Ia mengaku belum mau berekspektasi terlalu tinggi pada program pemilahan jika membuang sampah pada tempatnya saja belum tertib.
"Kita belum bisa berharap banyak pada program pemilahan sampah jika dasar kedisiplinan membuang sampah saja belum terpenuhi," tandasnya.
Instruksi untuk DLH dan Camat/Lurah
Menindaklanjuti hal ini, Wali Kota meminta koordinasi intensif antara pimpinan wilayah (Camat dan Lurah) terkait penjadwalan pembuangan sampah agar lebih tertata. Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta segera memulai sosialisasi masif mengenai tata cara pemilahan sampah kepada masyarakat.
Update terus informasi pembangunan dan berita terkini dari Sulawesi Utara dengan mengikuti saluran Google News Sulutzone.com. [KLIK DI SINI UNTUK MENGIKUTI]