sulut

Ahmad Ali: Kantor PSI Sulawesi Utara Harus Jadi Rumah Aspirasi, Bukan Sekadar Urusan Internal

Kamis, 27 November 2025 | 13:12 WIB
istimewa


Manado, 27 November 2025, Sulutzone.com — Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, meresmikan Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Utara di Kota Manado pada hari Kamis ini. Dalam acara peresmian tersebut, Ali menegaskan bahwa kantor partai harus berfungsi sebagai ruang interaksi dan wadah untuk membicarakan kepentingan masyarakat luas, jauh dari sekadar urusan internal partai.
​“Kantor-kantor PSI itu harus dibuka untuk membicarakan tidak hanya untuk kepentingan PSI, tapi juga untuk membicarakan kepentingan masyarakat. Karena sejatinya kita ingin menyatukan masyarakat dengan PSI, dengan partai,” tegas Ahmad Ali dalam sambutannya.
​Ali berharap kantor baru tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk aktivitas masyarakat, sehingga PSI Sulawesi Utara bisa lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung keluhan serta aspirasi mereka.
​Fokus Mendengar Aspirasi untuk Bekal Perjuangan
​Menurut Ali, penting bagi PSI untuk lebih banyak mendengar keluhan masyarakat, karena hal itu akan menjadi "belanja masalah yang cukup" sebagai bekal perjuangan politik.
​“PSI harus lebih banyak mendengar keluhan-keluhan masyarakat, karena insyaallah ketika kedepannya PSI diamanati oleh rakyat, menjadi anggota parlemen, kita sudah punya belanja masalah yang cukup,” ujarnya.
​Ia menekankan harapannya agar kantor ini dapat diluaskan lagi agar dapat memberi ruang aktivitas yang lebih besar bagi warga sekitar. “Kedepannya kita ingin semua kantor-kantor PSI itu harus terbuka untuk aktivitas masyarakat,” tambahnya.
​Mengibaratkan PSI sebagai Gajah yang Kuat dan Solid
​Lebih jauh, Ahmad Ali menyampaikan semangat PSI untuk memperkuat basis dukungan di Sulawesi Utara. Ia menggambarkan PSI sebagai partai yang kuat dan solid, bukan lagi partai yang "lemah lembut."
​“PSI hari ini bukan partai yang lemah lembut tapi PSI adalah gajah. Kami gajah hari ini,” ucapnya, menggunakan filosofi gajah yang hidup bergerombol, kuat, dan datang dengan cara yang teratur serta berbaris.
​Filosofi ini mencerminkan komitmen PSI untuk berjuang di setiap daerah dengan kekuatan kolektif dan disiplin. "Jadi di setiap daerah kami datang dengan cara yang teratur, berbaris, karena gajah itu selalu hidupnya bergerombol. Santun berbaris, yang tidak berbaris itu manusia hutan,” pungkasnya, menandai era baru kekuatan PSI di kancah politik daerah.
​Sumber: psi.id

Tags

Terkini