sulut

Perkuat Kebinekaan, Richard Sualang Minta FPK Konkretkan Sinergi di Manado

Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:49 WIB
Kegiatan FPK (Ist)

MANADO – Semangat kebinekaan dan kerukunan di Kota Manado kembali diperkuat melalui Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado yang digelar di Hotel Grand Puri, Kamis (30/10/2025).

Mengusung tema “Kota Manado Sebagai Rumah Besar Pembauran Kebangsaan”, kegiatan ini menjadi ajang bertemunya pimpinan daerah dan aparat keamanan untuk memantapkan harmoni sosial.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw dan menghadirkan empat narasumber utama: Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid S.I.K, Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, S.E.,M.Tr (Han), dan Budayawan Prof. Dr. Kamadjaya.

Baca Juga: Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kepulauan Talaud Hadiri Pelantikan Ketua PN Melonguane di Manado

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menegaskan pentingnya FPK bertindak sebagai mitra strategis pemerintah yang tidak hanya berhenti di tingkat forum, tetapi harus menghasilkan langkah konkret di lapangan.

“FPK perlu dikonkretkan hasilnya. Kalau bisa setiap bulan ada laporan atau briefing kepada pemerintah kota tentang dinamika sosial yang terjadi di masyarakat,” tegas Richard.

Ia juga menekankan pentingnya saluran komunikasi yang teratur, menyarankan FPK berkoordinasi langsung dengan pimpinan daerah. 

Baca Juga: ​Jaga Marwah Pelayanan: Itwasda Polda Sulut 'Bedah' Kinerja Tahap II Polres Talaud

“FPK ini bagian dari pemerintah. Kalau ada hal-hal penting yang perlu disampaikan, sebaiknya disampaikan langsung kepada Wali Kota atau Wakil Wali Kota,” ujarnya.

Menurut Richard, sistem komunikasi yang baik antara FPK, pemerintah, dan unsur Forkopimda akan sangat berdampak positif bagi kondusivitas kota.

Dari unsur keamanan, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid S.I.K membuka materinya dengan menggarisbawahi makna keberagaman sebagai kekuatan. “Manado ini rumah besar kita semua, Indonesia kecil yang merepresentasikan keberagaman bangsa,” ucapnya.

Baca Juga: Komitmen Harkamtibmas : Polres Kepulauan Talaud Intensifkan Patroli Presisi di Seluruh Sudut Kota

Kapolresta mengingatkan bahwa perbedaan adalah takdir yang harus diterima dengan penghormatan, dan menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian. 

Beliau juga mengaitkan semangat pembauran dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.Senada dengan Kapolresta, Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi menegaskan bahwa Indonesia kuat justru karena keberagamannya. Ia mencontohkan TNI yang dibentuk dari berbagai suku dan etnis, melebur menjadi satu identitas nasional.

Dandim juga memberikan pelajaran berharga dari tragedi Rwanda 1994, di mana jutaan nyawa melayang akibat konflik etnis, sebagai pengingat agar Manado, yang multikultural dan harmonis, tidak mengulangi kesalahan serupa. Ia memuji Manado yang istimewa, di mana filosofi lokal seperti Mapalus dan Sitou Timou Tumou Tou menjadi cerminan nilai pembauran sejati.

Halaman:

Tags

Terkini