Sebagai Ketua Umum Genpi Minut, ia menegaskan bahwa tupoksi organisasinya adalah mengembangkan pariwisata berbasis budaya, di mana tradisi dan masyarakatnya berkembang secara alami sehingga menjadi pariwisata alamiah yang memiliki nilai. Ia melihat potensi besar pada keberagaman budaya di Sulawesi Utara, seperti suku Minahasa, Mongondow, dan Sangihe.
Holderman menaruh harapan pada kepemimpinan Gubernur Yulius, yang dinilainya memahami kebudayaan dan sepemikiran dengannya untuk tidak mempermainkan adat. Ia juga memuji kecintaan Gubernur pada seni tradisional daerah, seperti kolintang.
Di akhir wawancara, Holderman menyampaikan kritik pedas untuk para pejabat yang tidak bekerja. Ia meminta Gubernur untuk melakukan "rolling" terhadap Kepala Dinas, Staf Khusus, dan Staf Ahli yang dinilai "tidak berguna dan tidak berdampak dalam kemajuan Sulut."
"Hilangkan politik balas budi di Sulawesi Utara ini, banyak yang lebih berguna untuk kemajuan Sulawesi Utara. Sigi Wangko, Pakatuan Pakalawiden," tutupnya.