sulut

Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Pesisir Danau Tondano Curhat di Media Sosial

Selasa, 20 Mei 2025 | 17:33 WIB
Screenshoot postingan akun Gladia Tinangon (Facebook Group Sulut Viral Update)

Melalui curhatannya, Gladis Tinangon mewakili suara masyarakat pesisir Danau Tondano yang sangat berharap akan kepedulian dari pihak berwenang, khususnya Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Ia menyadari bahwa suara rakyat kecil mungkin seringkali tidak memiliki kekuatan, namun tetap menyimpan harapan besar.

"Mudah2an ada yg mo peduli. Yg terutama minta tolong akang kasiang Pemerintah Kabupaten Minahasa. baku inga akang deng masyarakat seputaran Danau Tondano," harap Gladis.

"Kita tau pasti suara rakyat jelata bagini kasiang nyanda ada depe power. Mar sapa tau Tuhan gerakkan pintu hati org2 yg terkait dengan masalah ini spy ada solusi."

Baca Juga: Api Lahap Rumah di Beo Barat Talaud, Polisi dan Warga Bersatu Padamkan Kobaran, Selamatkan Dua Anak

Kesaksian Warga Berinisial ES kepada Sulutzone.com

Keluhan serupa juga datang dari seorang warga berinisial ES melalui pesan WhatsApp kepada wartawan media Sulutzone.com, memperkuat gambaran penderitaan yang dialami penduduk setempat.

ES menceritakan bagaimana air yang awalnya hanya menggenang di dapur kini semakin tinggi.

"So dari tu ada ujang-ujang, pertama cuma di dapur itu pun belum tinggi begtu. Ini so maso smpe atas, aer lebe hari lebe nae. Biasa cuma batas telapak kaki di muka," ujar ES. Ia menambahkan, "sekrang so lewat mata kaki so lumayan ba nae tu aer, maknya kita ada suru tape mama waspada, kalo ada apa-apa ba bilang nanti mo pi ambe." ujarnya ES, yang ternyata kini sedang berada di Manado. 

Kenaikan permukaan air ini semakin diperparah dengan hujan yang terus-menerus turun.

"Io npa ini ja ijang ley lebe nae tu aer," keluhnya.

Banjir ini juga berdampak signifikan pada pendidikan anak-anak. ES mengeluhkan bagaimana banjir menghambat pendidikan anak-anaknya.

"Npa tpe anak 2 so berapa hari nda ta sekola gara-gara baju sepatu kena akang banjir. Kong somo dekat-dekat ulangan penaikan klas nochh krna banjir pendidikan tertunda," tuturnya.

Akses terhadap air bersih pun menjadi masalah krusial.E S menyoroti, "Yang setengah mati, air bersih tu ja pake minum, mandi, momasa, kong rupa torang kalo tidak mampu kasiang terpaksa ja ba timba di lorong sebelah pa birman di jaga 5." Ini menunjukkan betapa sulitnya warga mendapatkan kebutuhan dasar akibat banjir.

Masyarakat pesisir Danau Tondano yang terdampak banjir meliputi wilayah Tondano Kiniar Jaga 6, Ara, dan sebagian Tolour. Mereka sangat berharap akan kepedulian dari pihak berwenang, khususnya Pemerintah Kabupaten Minahasa. ES berujar, "Mungkin krna t banjir nd para stow. Nanti so parah Bru m dpa bantuan," menyiratkan kekecewaan akan respons yang dirasa lambat.

Halaman:

Tags

Terkini