Manado, sulutzonecom -- Kepala Terminal Malalayang, Bram Takumansang, SH, membantah keras tuduhan menerima suap atau setoran dari para sopir taksi gelap yang beroperasi di luar area Terminal Malalayang.
"Saya tidak tahu dan tidak pernah menerima uang dari siapapun, apalagi dari pihak taksi gelap," tegas Takumansang.
Ia justru menyatakan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam menertibkan kendaraan-kendaraan taksi gelap agar penumpang kembali menggunakan terminal dan sistem transportasi yang resmi.
Baca Juga: Pengecer Gas Melon 'Gigit Jari', Warga Sulut Tahu Hal Ini
Takumansang menambahkan bahwa ia memiliki program untuk membantu masyarakat, khususnya penumpang, dengan menghidupkan kembali trayek Malalayang-Amurang.
Program ini berupa pengoperasian angkutan umum dengan tarif yang lebih murah.
Langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi:
- Mencari dan membuat kesepakatan dengan pihak penyedia kendaraan, termasuk dealer Wuling.
Baca Juga: Kurang Dari 24 Jam, Polres Minahasa Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Sopir Travel
- Berkoordinasi dengan Organda Manado.
- Melakukan pertemuan dengan pengelola terminal dan pengusaha kendaraan terkait untuk membahas administrasi dan kesepakatan kerjasama.
Program ini ditargetkan dapat memberikan alternatif transportasi Manado-Amurang dengan tarif Rp 25.000, jauh lebih murah dibandingkan tarif taksi gelap yang mencapai Rp 35.000.
Baca Juga: Wali Kota Manado Tinjau Progres Pembangunan Malalayang Beach Walk II
Pertemuan dengan pengusaha, koperasi, pihak penyedia kendaraan, dan Organda Manado telah menghasilkan kesepakatan untuk mewujudkan program tersebut.
Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terkini, kunjungi www.sulutzone.com