“Desa Bitunuris Selatan, bahkan beberapa desa lain, tahap dua pun belum kami terima. Sedangkan sudah ada desa-desa yang menerima. Kenapa kami harus dipermainkan seperti ini. Ada yang dibayarkan dan ada yang tidak. Apa penyebabnya? Tolong terbuka kepada kami, supaya tidak ada yang mempolitisasi,” teriaknya.
“Murni hak kami yang kami tuntut. Kami butuh biaya kehidupan untuk keluarga kami. Kami butuh biaya pendidikan untuk anak-anak kami. Tolong Pak PJ (Penjabat Bupati Kepulauan Talaud) jawab kebutuhan kami. Kami sangat teraniaya dan sangat menderita,” teriaknya lagi.
Orator ketiga, Yos Ratunguri, juga mengungkapkan dirinya sangat menderita. Sampai hari ini, hanya bisa menerima dua triwulan gaji.
“Sehingga hari ini, kami sebagai kepala desa akan memperjuangkan maksud dan tujuan perjuangan tanpa ada unsur politik murni menuntut hak kami,” teriaknya.
Kedatangan mereka diterima langsung oleh Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Fransiscus Engelbert Manumpil yang turut menghadirkan pejabat instansi terkait.
Baca Juga: Persib Bandung: November Penuh Tantangan di Dua Ajang Bergengsi
Kepada perwakilan massa, Pj. Bupati Fransiscus Engelbert Manumpil memuji aksi ini sebagai bentuk manusiawi karena menyangkut hak atas kewajiban yang telah dilakukan.
Ia berjanji akan segera membayarkan ADD, agar hak dari perangkat desa dapat tersalurkan.
“Ini adalah belanja wajib mengikat yang harus dibayarkan secara rutin," ujarnya.
Kedatangan massa aksi mendapat pengawalan ketat Polres Kepulauan Talaud, Kodim 1312/Talaud serta Lanal Melonguane serta Brimob Kompi IV Talaud