Sulutzone, Manado - Sejak 24 Juni-24 Juli 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Bawaslu Sulut) awasi Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Bawaslu memastikan proses Coklit sudah sesuai prosedur dan data pemilihnya akurat. Metode pengawasan dilakukan melalui pengawasan melekat dan uji petik. Jumat, 26/7.
Bawaslu juga lakukan langkah proaktif melalui patroli pengawasan kawal hak pilih menyasar pemilih rentan, wilayah perbatasan, dan pemilih di wilayah rawan. Selain itu, Bawaslu mendirikan posko kawal hak pilih baik di kantor, media sosial, maupun Posko Pengaduan Keliling Kawal Hak Pilih.
Dalam upaya memitigasi kerawanan dan mencegah pelanggaran prosedur Coklit, Bawaslu melakukan upaya pencegahan sejak dini, baik melalui imbauan di tingkat pusat, Provinsi, dan kabupaten/kota sebanyak 2.083 imbauan, sosialisasi dan edukasi kepada Pemilih baik melalui media sosial, tatap muka, pamflet/leaflet, koordinasi dan kerja sama Dengan KPU dan stakeholder kepemiluan lainnya, pelibatan pengawasan partisipatif, Publikasi, serta saran perbaikan secara langsung.
Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan hingga akhir Coklit (24/7), Bawaslu mendapati 3 klaster masalah Coklit, yakni sebagai berikut:
Baca Juga: Bersama Kejaksaan Negeri Minahasa Utara, KPU Melaksanakan Penyuluhan dan Penerangan Hukum
A. Hasil Pengawasan terhadap Prosedur Pelaksanaan Coklit
Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara melalui Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa (PKD) Melakukan Pengawasan secara melekat dan uji petik proses Coklit, dengan cara mendatangi Kepala Keluarga (KK) secara door to door, dengan total 698.515 KK yang Tersebar di 4.390 TPS.
Hasil pengawasannya sebagai berikut :
- Jumlah KK yang belum dicoklit tetapi ditempel stiker : 8 KKHal ini terdapat di 2 Kabupaten. Kabupaten dengan jumlah kejadian terbanyak yaitu Di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro sejumlah 7 (Tujuh) orang dan 1 (Satu) Orang di Kabupaten Minahasa Selatan;
- Jumlah KK yang sudah dicoklit tetapi tidak ditempeli stiker:390 KKHal ini terdapat di 11 Kabupaten/Kota. Kabupaten terbanyak terdapat (di atas 10 Kejadian) ada di Manado, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sitaro, Minahasa Selatan. Sedangkan kejadian Paling sedikit (di bawah 10 kejadian) terdapat di Bolaang Mongondow Timur, Bitung, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, dan Minahasa Utara;
- Jumlah Kepala Keluarga yang sudah dicoklit dan sudah ditempel stiker:117 KK Kabupaten/Kota dengan jumlah Kepala Keluarga yang di coklit (jumlah diatas 50.000) yaitu di Minahasa, Manado, Bolaang Mongondow , Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Bawaslu juga melakukan pengawasan terhadap integritas petugas Pantarlih serta kinerja Pantarlih pada saat melakukan Coklit. Hasil sebagai berikut:
- Masih terdapat Pantarlih yang tercatat sebagai anggota/pengurus Parpol/tim Kampanye/tim pemenangan pemilu/pemilihan terakhir (tercatat di Sipol) yakni Sebanyak 29 orang yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota yaitu Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara, Kota Bitung, Bolaang Mongondow, dan Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro;
- Masih terdapat Pantarlih tidak melakukan Coklit secara langsung yakni sebanyak17 orang yaitu di Minahasa Selatan, Minahasa Utara, dan Kotamobagu;
- Terdapat Pantarlih yang melimpahkan tugasnya kepada orang lain sebanyak 1Orang yaitu di Kota Kotamobagu.
Baca Juga: Gas ke Mondoinding, KPU Minut Hadiri Rakor Pemutakhiran Data Pemilih
B. Hasil Pengawasan terhadap Kejadian Khusus Lainnya
- Coklit yang dilaksanakan terhadap Kejadian Khusus LainnyyaTerjadinya erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), menyebabkan ratusan Penduduk terpaksa mengungsi ke beberapa titik Terhadap hal itu Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara Bersama KPU Sulawesi Utara memastikan bahwa pengungsi dari Pulau Ruang tetap dapat Menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Tahun 2024.
Bawaslu memastikan KPU menyiapkan mekanisme pemutakhiran data pemilih Ditengah keadaan bencana, berikut rincian hasil pengawasan pemilih terdampak Erupsi gunung ruang :
- Terdapat 2 kampung/Desa yang terdampak yaitu Laingpatehi dan Pumpente;
- Jumlah Penduduk Kampung Laingpatehi 519 jiwa dan Pumpente 341 jiwa;
- Terdapat sejumlah Kampung Laingpatehi 163 KK dan Pumpente 103 KK;
- Jumlah pemilih dalam A daftar pemilih Kampung Laingpatehi 423 pemilih danKampung Pumpente 256 pemilih;
- Jumlah Pemilih Kampung Laingpatehi di pengungsian Rusun Sagerat Bitung 232Pemilih, Jumlah Pemilih Kampung Pumpente di pengungsian Rusun Sagerat Bitung 37 pemilih dan Jumlah Pemilih Kampung Pumpente di pengungsian BPMP Pineleng 36 pemilih;
- Jumlah Pemilih Kampung Laingpatehi yang mengungsi secara mandiri di wilayah Kab. Sitaro 105 pemilih, di luar wilayah Kab. Kepl. Sitaro 69 pemilih;
- Jumlah Pemilih Kampung Pumpente yang mengungsi secara mandiri di wilayah Kab. KSitaro 100 pemilih dan di luar wilayah Kab. Kepl. Sitaro 72 pemilih.
C. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan
Terhadap hasil pengawasan tersebut, Bawaslu melakukan hal hal sebagai berikut.
- Menyampaikan saran perbaikan baik secara lisan maupun tulisan kepada KPUSesuai tingkatan dalam hal terdapat ketidaksesuaian prosedur Coklit;
- Melakukan koordinasi kepada KPU dan stakeholder lainnya untuk melakukanMitigasi kerawanan dalam persiapan rapat pleno Rekap Daftar Pemilih hasil Pemutakhiran;
- Melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pengawasan pencocokan danPenelitian di masing – masing Bawaslu Kabupaten/Kota;
- Melakukan rekapitulasi jumlah saran perbaikan yang dikeluarkan di masingMasing tingkatan pengawasan pemilu;
- Melakukan inventarisasi jumlah Laporan Hasil Pengawasan (LHP) pengawasan sub- tahapan pencocokan dan penelitian;
- Mengimbau seluruh masyarakat untuk mengecek namanya danlatau keluarganyaSebagai pemilih yang telah dicoklit oleh Pantarlih. Jika ditemukan adanya pemilih Yang belum dicoklit, silakan untuk menghubungi Posko Kawal hak Pilih yang Disediakan Bawaslu, baik secara offline maupun secara online.
Baca Juga: Saut Sirait Jadi Pemateri Di Kegiatan Sosialisasi Tahapan dan Jadwal Pilkada 2024 KPU Minut