Masyarakat Sulawesi Utara, kata YSK, terus merawat kehidupan sosial yang rukun, aman, dan damai lewat penerapan nilai gotong royong Mapalus serta falsafah pemersatu Torang Samua Basudara. Falsafah luhur Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi, Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain), juga terus dipegang sebagai kompas moral bangsa.
Menutup pidatonya, YSK mengajak seluruh komponen pembangunan dan lapisan masyarakat menjadikan perjalanan 62 tahun ini sebagai pijakan kokoh untuk melangkah ke depan. Sulawesi Utara dipastikan akan terus melaju secara kolektif demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
"Kita jadikan perjalanan 62 tahun ini sebagai pijakan menghadapi tantangan masa depan. Sulawesi Utara harus tetap berdiri teguh, tidak gentar, dan terus melaju," pungkas YSK.
***/Dede
Artikel Terkait
Babinsa Koramil 08 Melonguane Serka Pren Sasunda Laksanakan Karya Bakti Pembuatan Sumur Bor di Desa Tarun
Tim KPK Sita Uang Cash Ratusan Juta Rupiah dari OTT di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo : Bupati Bolmut Terjaring
Bahas Anggaran Perubahan Pemprov Sulut, Hillary Tuwo Minta Program Tepat Sasaran dan Dukung Sektor Pendidikan
Tak Ada Toleransi untuk Kelalaian: AKBP Dwi Yatmoko Tekankan Pengecekan Mendadak Kehadiran Personel di Mapolres Talaud
Upgrade Skill, Tingkatkan Pengabdian: Wakapolres Talaud Buka Program "Polisi Belajar" di Mapolres
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1312/Talaud Gelar Bazar TNI
Demi Kesejahteraan Warga, Anggota Koramil 04/Rainis Bantu Pembangunan Penerima RTLH
Gotong Royong Panen Kacang Tanah: Pemkab Talaud dan Masyarakat Adat Kampung Melonguane Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
Terobosan Digital Anti-Korupsi: Pemkab Talaud Gandeng Pemkot Tangsel Replikasi Sistem Peta Pajak Terintegrasi (SISGITA)
Paripurna HUT Ke-62 Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Masyarakat Jaga Falsafah Sam Ratulangi dan Mapalus