MANADO, SulutZone.com – Upaya penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC), di Sulawesi Utara mendapat amunisi baru.
Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Kitawaya Manado resmi dinyatakan lolos proses kredensial BPJS Kesehatan dan siap menjadi pusat rujukan bagi masyarakat.
Langkah ini dipandang strategis mengingat RSKI Kitawaya merupakan rumah sakit khusus infeksi kedua yang ada di Indonesia. Dengan bergabungnya RSKI dalam jaringan layanan BPJS, akses masyarakat terhadap pengobatan penyakit infeksi yang komprehensif kini semakin terbuka lebar tanpa terkendala biaya.
Baca Juga: Abdul Mu'thi Bawa Hadia Prabowo, Gubernur Yulius Selvanus Pastikan Pendidikan di Sulut Melompat Maju
Fokus Penuntasan TBC
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Dr. Rima Lolong, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini adalah instruksi langsung dari Gubernur guna mempercepat eliminasi penyakit menular.
"Kehadiran layanan BPJS di RSKI Kitawaya sangat menunjang program penuntasan penyakit menular, termasuk penanggulangan TBC yang menjadi perhatian serius pemerintah. Secepatnya akan dilakukan penandatanganan PKS agar pasien TBC dan infeksi lainnya bisa segera dilayani dengan jaminan BPJS," jelas Dr. Rima.
Arahan Gubernur: Layanan Spesialis yang Merata
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa pembenahan RSKI Kitawaya bertujuan untuk menghadirkan fasilitas spesifik yang selama ini dibutuhkan warga.
“Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan penanganan khusus penyakit infeksi tidak lagi kesulitan. Lolosnya kredensial ini adalah bukti kerja nyata dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan merata,” ujar Gubernur Yulius.
Baca Juga: Sabet National Governance Awards 2026, Sektor Kesehatan Sulut Diakui Terbaik di Tingkat Nasional
Transformasi Layanan RSKI
Plt. Direktur RSKI Kitawaya Manado, Kethlin Carolin Mewo, S.Tr.Kes, menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan fasilitas dan manajemen pelayanan sesuai standar ketat BPJS Kesehatan. Motivasi dari pimpinan daerah menjadi kunci percepatan kesiapan RS ini.
“Dukungan Bapak Gubernur sangat besar dalam mendorong kami mempercepat kerja sama dengan BPJS. Kami siap memberikan pelayanan optimal bagi peserta BPJS Kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi infeksi khusus,” kata Kethlin.
Dengan integrasi layanan BPJS di RSKI Kitawaya, diharapkan angka kesembuhan penyakit menular di Sulawesi Utara dapat meningkat signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi di masa depan.
Editor: Redaksi SulutZone.com
Artikel Terkait
VIRAL: Rekaman Warga Cekcok dengan Pihak PT MSM Terkait Penutupan Jalan, Netizen Soroti Arogansi Oknum Perusahaan
Manajemen Talenta Berhasil, Jika Tak Berubah Tanggal 3 Mei 2026 Tahlis Gallang Jabat Sekprov Sulut
Sabet National Governance Awards 2026, Sektor Kesehatan Sulut Diakui Terbaik di Tingkat Nasional
Ronald Kansil Dinilai Sosok Paling Pas Dampingi Bara Prima di Kursi Pimpinan Tidar Sulut
Pantau TKA di SDN Inpres Melonguane, Wakil Bupati Talaud Pastikan Kelancaran Evaluasi Pendidikan
Tingkatkan Profesionalisme ASN, Asisten Administrasi Umum Buka Ujian Dinas Pemkab Talaud di BKN Manado
Antisipasi Cuaca Buruk, Babinsa Koramil 1312-02/Lirung, Sertu Seprianus Sanggamele Melaksanakan Komsos Dan Imbau Warga Nelayan Waspada
Babinsa Tarun dan Tarun Selatan Serka Adelman Mataputung Laksanakan Bakti, Membantu Warga Binaan bangun Rumah tinggal di Desa Tarun
Buka AKSI SMA/SMK 2026, Wabup Anisya Bambungan: Ini Ruang Ekspresi Generasi Muda Talaud
Wujudkan Hunian Layak di Perbatasan, Bupati Welly Titah Ikuti Press Release BNPP dan Kementerian PKP