MINAHASA, SULUTZONE.COM – Kondisi infrastruktur di Pasar Langowan, Kabupaten Minahasa, kini menjadi sorotan tajam.
Genangan air yang kerap muncul saat hujan mengguyur mulai dikeluhkan pedagang dan pengunjung karena dinilai sangat mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Menyikapi hal ini, Kepala Pasar Langowan, August Sahelangi, menyatakan pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengaku telah membangun koordinasi intensif dengan Pemerintah Kecamatan Langowan Timur untuk mencari jalan keluar.
Baca Juga: Bupati Welly Titah Pimpin Langkah Strategis, Pastikan Anggaran 2026 Berdampak Nyata bagi Masyarakat Talaud
Menurut Sahelangi, akar masalah dari genangan air ini adalah buruknya sistem pembuangan atau drainase di area pasar. Saluran yang tersumbat membuat debit air hujan tidak tertampung dan akhirnya meluap ke area dagangan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Camat Langowan Timur (Ruland Massie) untuk mencari solusi sementara. Namun, jujur saja ini butuh penanganan serius dari tingkat kabupaten," tegas Sahelangi kepada awak media.
Baca Juga: Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%
Tak hanya masalah air, Sahelangi juga membeberkan fakta memprihatinkan terkait kondisi jalan di dalam pasar. Sudah hampir enam bulan terakhir, akses jalan di dalam pasar mengalami kerusakan parah dan berlubang.
Kondisi ini menciptakan "lingkaran setan": jalan yang rusak memperparah genangan air, dan genangan air membuat kerusakan jalan semakin cepat meluas. Selain becek, lubang-lubang tersembunyi di bawah genangan air juga membahayakan keselamatan pengguna pasar.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Ini 3 Kebijakan Strategis Yulius Selvanus Terkait Pajak Kendaraan 2026 Sulut
Mewakili para pedagang dan pengelola, Sahelangi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui dinas terkait untuk segera turun tangan. Upaya perbaikan drainase dan pengaspalan jalan menjadi harga mati agar denyut nadi perekonomian di Pasar Langowan kembali normal.
"Kami berharap pemerintah kabupaten bisa segera merespons. Kami ingin masyarakat, baik pedagang maupun pembeli, merasa aman dan nyaman saat berada di pasar," tambahnya.
Hingga saat ini, para pedagang masih menanti aksi nyata dari pemerintah setempat. Mereka berharap perbaikan dilakukan sebelum kerusakan infrastruktur semakin parah dan berdampak lebih luas pada pendapatan mereka.
Jimmy
Artikel Terkait
Warga Gunong Cut Nagan Raya Temukan Gelembung Gas di Lokasi Bekas Banjir Aceh, Menyala saat Dibakar Api
Cerita Bocah Aceh Tamiang saat Banjir Terjang Rumahnya: Evakuasi Nenek saat Air Datang hingga Momen Kelaparan Sebelum Bantuan Datang
Gubernur Yulius Selvanus Perintah Tak Bebani Rakyat, Terkuak Fakta di Balik Kenaikan Pajak Kendaraan Sulut
Manado Siaga Cuaca Ekstrem: Pemkot Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor
Pastikan Penanganan Optimal, Yulius Selvanus Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang di Siau
Rakyat Sulut Tenang: Gubernur YSK Telah Intervensi Kenaikan Pajak, Program Pro Rakyat Akan Berlaku Dini Hari
Bukan Sekadar Apel Biasa! Talaud Tatap 2026 dengan Penandatanganan Kontrak Kinerja Kepala OPD
Bupati Welly Titah Pimpin Langkah Strategis, Pastikan Anggaran 2026 Berdampak Nyata bagi Masyarakat Talaud
BREAKING NEWS: Ini 3 Kebijakan Strategis Yulius Selvanus Terkait Pajak Kendaraan 2026 Sulut
Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%