Kebohongan Publik? Korban Sangkal Klaim PT Surya Pasifik Indonesia soal Perhatian Sebelum Berita

photo author
Nelson Sangadi, Sulut Zone
- Jumat, 25 Juli 2025 | 14:42 WIB

Talaud, sulutzone.com - Klaim sepihak dari Pihak PT. Surya Pasifik Indonesia (SPI), melalui humasnya, Ridwan F bahwa pihaknya telah memberikan perhatian kepada para korban kebakaran KM. Barcelona V A sebelum jadi objek pemberitaan media di bantah oleh pihak korban sebagai upaya pembodohan dan pembohongan publik.

Agustina Manumbalang salah satu korban kebakaran KM. Barcelona V mengaku keberatan atas pernyataan pihak PT. Surya Pasifik Indonesia bahwa mereka telah memberikan perhatian sebelum disorot media adalah sebuah kebohongan.

"Mereka (Pihak PT. SPI) itu datang pada hari kamis 24 juli 2025 sekira pukul 21.30 WITA, dan mengantarkan 2 (Dua) amlop berisi uang tunai pecahan Lima Puluh Ribuan senilai Rp. 900.000,- (Sembilan Ratus Ribu Rupiah), kemudian kami diminta untuk memegang amplop yang berisi uang tersebut kemudian di foto. yang kemudian foto itu disebar untuk menimbulkan kesan bahwa mereka itu peduli atas keberadaan korban tanpa adanya desakan media, sementara kami melihat telah beredar di media sejak siang sekira pukul 11.00 wita dihari yang sama". Ujar Ibu Agustina Manumbalang terlihat kecewa karena di jadikan objek untuk membohongi masyarakat.

Selanjutnya, Ibu Agustina menguraikan perihal pemberitaan media mengenai pengabaian pihak PT. Surya Pasifik Indonesia (SPI) sampai kedatangan kedatangan mereka di sebuah tempat Kost di bilangan jalan Tanah Putih kelurahan Malalayang Satu dengan kedok memberi amplop untuk di foto dengan tujuan membantah pemberitaan media.

"Ini kesannya sangat memberatkan kami sebagai korban, semestinya pihak perusahaan berempati atas penderitaan kami para korban, bukan sibuk berbohong dengan membangun opini, seolah olah kami sebagai korban adalah manusia yang tak tau berterima kasih dimana kami seolah olah sudah dibantu dan diberi perhatian tapi masih berbicara di media tentang penelantaran, amplop yang berisi uang tersebut juga masih utuh dan tidak kami sentuh, karena kami sadar kami sebagai korban telah dimanfaatkan secara tak manusiawi ". Punkas Ibu Agustina Manumbalang sambil berlinang air mata.

Diketahui upaya kebohongan itu  mulai dirangkai setelah operator KM Barcelona 5A, melayangkan keberatan keras terhadap pemberitaan media yang dinilai menyudutkan mereka terkait penanganan korban insiden terbakarnya kapal di Perairan Kepulauan Talise.

Melalui Humas PT. SPI, Ridwan F, mereka menegaskan telah memberikan perhatian kepada para korban, bahkan sebelum pemberitaan media mencuat.

"Kami bukan karena sudah dimuat di berita baru bergerak. Tapi kami berkunjung ke korban sebagai salah satu bentuk kepedulian kami," ujar Ridwan F, menanggapi tudingan penelantaran korban yang dimuat sebelumnya oleh sejumlah media, termasuk sulutzone.com.

Sebelumnya, tragedi terbakarnya KM Barcelona 5A menyisakan cerita pahit, dengan beredarnya kabar bahwa PT. SPI diduga menelantarkan korban. Berita berjudul "PT. Surya Pasifik Indonesia Diduga Telantarkan Korban KM Barcelona V A, Tokoh Masyarakat: Tindakan Biadab dan Tak Manusiawi" yang tayang di sulutzone.com memicu respons negatif dari pihak manajemen.

Ridwan F bahkan secara terbuka menantang agar semua percakapan grup terkait penanganan korban dipublikasikan. Ia mengklaim bahwa masyarakatlah yang berhak menilai validitas dan integritas sebuah pemberitaan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan narasi yang sedikit berbeda. Informasi yang dihimpun sulutzone.com menyebutkan bahwa pihak manajemen PT. SPI sebenarnya telah menjanjikan penyaluran kompensasi kepada warga korban sehari sebelumnya.

Namun, janji tersebut tidak kunjung terealisasi hingga berita mengenai dugaan penelantaran korban mulai naik ke permukaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nelson Sangadi

Sumber: Biro Talaud Sulut Zone

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X