Farid Abdullah secara blak-blakan berkomentar, "Ada buka cuma ada pake for gubernur da pulang kampung."
Senada, Ricky Gosal mengkritisi, "Inilah Semangat kebanggaan tampa data dari pemda sulut. Pembukaan rute penerbangan manado - toraja harus berbasis data, bukan hanya seremoni. Jika Pemda tidak melakukan survei kebutuhan masyarakat, maka potensi kegagalan sangat tinggi. Pemerintah harus lebih bijak dan strategis dalam memfasilitasi konektivitas udara, termasuk dengan dukungan promosi dan subsidi awal. Ini bukan soal gengsi, tapi keberlanjutan."
Kekhawatiran akan keputusan terburu-buru juga diungkapkan oleh Notanubun Isaac, "Astaga Apakah itu hanya gara ² napsu Pa Gub dan tidak melalui pengkajian dilapangan ..hanya sekedar keinginan ..tnpa visi misi yg jelas dan terlalu buru buru..semoga Pa Gub lebih Cerdas melakukan langkah langkah strategi utk membangun dan memajukan Sulut."
Mengenai potensi subsidi, Nuni Adrian berharap, "Moga2 rute manado - toraja kemarin tdk ada subsidi dari pemprov sulut."
Sementara Margeisje Tengko menambahkan, "Sudah di prediksi tidak akan bertahan lama jalur penerbangan Mdo-Toraja 2 x seminggu dgn Wings Air ticket sangat mahal 2,7 juta. Cuma 4 x penerbangan berarti hanya 2 minggu sudah di tutup. Tidak di kaji dengan baik akhirnya Wings Air merasa rugi."
Komentar pedas dari Vania Wong menyimpulkan kekesalan publik, "Yg panting so kaluar anggaran ba pontar."
Keberlanjutan Program Terancam, Harapan Mobilitas Terhambat
Meskipun Gubernur telah menjelaskan konteks kehadirannya di Toraja dan Plh Kadis Kominfo Mangala sebelumnya telah mati-matian meluruskan bahwa rute ini bukan karena kepentingan pribadi melainkan demi mobilitas masyarakat dan investasi, fakta penghentian rute secara cepat tetap sulit diterima publik.
Kini, pertanyaan besar menggantung: apakah program yang dipuji-puji sebagai lompatan pariwisata dan investasi ini hanya menjadi sebuah panggung sesaat? Bagaimana kelanjutan visi "simpul konektivitas" jika rute yang baru dibuka saja tak mampu bertahan? Masyarakat yang berharap kemudahan akses antara Manado dan Toraja kini harus kembali menunda impian tersebut, sementara sorotan tajam masih mengarah pada efektivitas dan keberlanjutan program-program Pemprov Sulut ke depannya.
***
Artikel Terkait
Duka Talaud, Bupati Welly Titah Pastikan Penanganan Optimal untuk Korban KM Barcelona VA
Presiden Prabowo Subianto Segera Kunjungi Sulawesi Utara, Lynda Watania : Minahasa Siap Sambut Penuh
Pertanggungjawaban APBD 2024 Diterima: Wali Kota Andrei Angouw Apresiasi Kinerja DPRD Manado
Cerita Tragedi KM Barcelona VA: Kemana Pemilik Kapal??
Bupati Talaud, Welly Titah bersama Nyonya. Henny Titah Hongwijoyo, SE Jenguk Korban Insiden KM Barcelona VA di Manado, Pastikan Perhatian Pemda
Polda Sulut Tetapkan Nakhoda KM Barcelona 5A Jadi Tersangka, Direktur PT SPI "Basambunyi"
Tiga Jenazah Korban Kebakaran KM Barcelona V A Tiba di Kabupaten Kepulauan Talaud, Dikawal Patwal Menuju Rumah Duka
Talaud Menangis: Penjemputan Khidmat Korban KM Barcelona Va Diwarnai Adat dan Doa Bersama
Bupati Talaud, Welly Titah Audensi dengan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE Bahas Tragedi KM. Barcelona Va
Bupati Talaud, Welly Titah Gelar Konsolidasi dengan Basarnas Sulut dan KSOP Terkait Pencarian Korban Kebakaran KM. Barcelano Va