Wings Air Rute Manado-Toraja Jadi Program Tercepat "Bungkus" : Hanya Dipakai Gubernur Pulang Kampung?

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 23 Juli 2025 | 00:24 WIB
Saat Wings Air membuka rute penerbangan Manado-Tana Toraja.  (dok. Istimewa)
Saat Wings Air membuka rute penerbangan Manado-Tana Toraja. (dok. Istimewa)

Farid Abdullah secara blak-blakan berkomentar, "Ada buka cuma ada pake for gubernur da pulang kampung."

Senada, Ricky Gosal mengkritisi, "Inilah Semangat kebanggaan tampa data dari pemda sulut. Pembukaan rute penerbangan manado - toraja harus berbasis data, bukan hanya seremoni. Jika Pemda tidak melakukan survei kebutuhan masyarakat, maka potensi kegagalan sangat tinggi. Pemerintah harus lebih bijak dan strategis dalam memfasilitasi konektivitas udara, termasuk dengan dukungan promosi dan subsidi awal. Ini bukan soal gengsi, tapi keberlanjutan."

Kekhawatiran akan keputusan terburu-buru juga diungkapkan oleh Notanubun Isaac, "Astaga Apakah itu hanya gara ² napsu Pa Gub dan tidak melalui pengkajian dilapangan ..hanya sekedar keinginan ..tnpa visi misi yg jelas dan terlalu buru buru..semoga Pa Gub lebih Cerdas melakukan langkah langkah strategi utk membangun dan memajukan Sulut."

Mengenai potensi subsidi, Nuni Adrian berharap, "Moga2 rute manado - toraja kemarin tdk ada subsidi dari pemprov sulut."

Sementara Margeisje Tengko menambahkan, "Sudah di prediksi tidak akan bertahan lama jalur penerbangan Mdo-Toraja 2 x seminggu dgn Wings Air ticket sangat mahal 2,7 juta. Cuma 4 x penerbangan berarti hanya 2 minggu sudah di tutup. Tidak di kaji dengan baik akhirnya Wings Air merasa rugi."

Komentar pedas dari Vania Wong menyimpulkan kekesalan publik, "Yg panting so kaluar anggaran ba pontar."

Keberlanjutan Program Terancam, Harapan Mobilitas Terhambat

Meskipun Gubernur telah menjelaskan konteks kehadirannya di Toraja dan Plh Kadis Kominfo Mangala sebelumnya telah mati-matian meluruskan bahwa rute ini bukan karena kepentingan pribadi melainkan demi mobilitas masyarakat dan investasi, fakta penghentian rute secara cepat tetap sulit diterima publik.

Kini, pertanyaan besar menggantung: apakah program yang dipuji-puji sebagai lompatan pariwisata dan investasi ini hanya menjadi sebuah panggung sesaat? Bagaimana kelanjutan visi "simpul konektivitas" jika rute yang baru dibuka saja tak mampu bertahan? Masyarakat yang berharap kemudahan akses antara Manado dan Toraja kini harus kembali menunda impian tersebut, sementara sorotan tajam masih mengarah pada efektivitas dan keberlanjutan program-program Pemprov Sulut ke depannya.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X