Manado, sulutzone.com -- Banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Manado pada Jumat (21/3/2025) telah menyebabkan sejumlah warga membutuhkan evakuasi.
Sebagai respon cepat, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara mengerahkan pasukan Brimob dan Polairud untuk membantu proses evakuasi.
Personel gabungan Brimob dan Polairud diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak di Kota Manado, termasuk Malalayang, Paal 4, Karame, dan Tuminting.
Baca Juga: Siaga! Bendungan Kuwil Kawangkoan Meluap, Debit Air Sungai Tondano Meningkat
Mereka membantu mengevakuasi warga ke tempat-tempat aman, baik rumah warga yang tidak terdampak maupun lokasi penampungan sementara yang telah disiapkan.
Selain personel, Polda Sulut juga mengerahkan peralatan SAR, seperti perahu karet, untuk mempermudah akses ke lokasi yang terisolir dan membantu evakuasi warga yang terjebak.
Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Alamsyah P. Hasibuan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat musim hujan masih berlangsung di Sulawesi Utara.
Baca Juga: Wawali Manado Tunjukkan Kepedulian pada Korban Longsor Malendeng
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
***
Artikel Terkait
Badai Tak Menakutkan Tole! Ketua Lingkungan Manado Bersihkan Saluran Air di Tengah Hujan Lebat
Wali Kota Manado Hadiri Pasar Ramadan Polri Presisi
Pemkot Manado Rapatkan Barisan dengan Tokoh Agama Jelang Hari Raya
Wali Kota Manado Tinjau Langsung Kondisi Pemukiman dan Longsor Akibat Hujan Lebat
Wawali Manado Tunjukkan Kepedulian pada Korban Longsor Malendeng
Siaga! Bendungan Kuwil Kawangkoan Meluap, Debit Air Sungai Tondano Meningkat