Dinilai Belum Sesuai Harapan, Ai Firman : Menuju Kota Manado Pariwisata Dunia Perlu Landasan Hukum Yang Jelas

photo author
Redaksi, Sulut Zone
- Kamis, 11 Juli 2024 | 12:50 WIB
Bincang-bincang para pengamat dan penggiat Pariwisata di Kota Manado (Shy/Dokumen Sulut Zone)
Bincang-bincang para pengamat dan penggiat Pariwisata di Kota Manado (Shy/Dokumen Sulut Zone)

Baca Juga: Insan Parekraf Siap Menyajikan Pengalaman Wisata Berkualitas pada World Water Forum 2024

MANADO, SULUT ZONE - Bicara tentang Kota Manado sebagai destinasi wisata, Talk Show mengenai perlukah Manado jadi kota wisata dunia yang dirancang oleh Rivo Patras, Ai Firman Mustika, Alvy Pongoh dan kawan-kawan sukses di gelar di Kedai Kopi Nats Jalan Siswa yang dihadiri oleh beragam profesi dari undangan yang tersebar. Rabu, 10 Juli 2024.

Dalam acara yang dihadiri oleh pakar Pariwisata diantaranya Jelly Walansendow yang juga kesehariannya sebagai salah satu Dosen Pariwisata di Universitas De La Salle sangat menyoroti hal mendasar yakni mengenai kebersihan yang tercermin di sejumlah destinasi wisata dan diakuinya belum disadari oleh masyarakat umum bahkan pengelola tempat wisata itu sendiri.

"Hal ini sangat mendasar bahkan sepele jika kita ucapkan, yaitu kebersihan, tanpa kita sadari hal inilah yang menjadi alasan 'kembali'nya para pengunjung atau wisatawan baik itu dalam negeri apalagi untuk wisatawan luar negeri, karena tanpa kita sadari, teknik-teknik promosi yang tidak resmi seperti foto, vidio, yang diambil oleh turis itu merupakan cara penyampaian pesan terhadap masyarakat hingga ke seluruh penjuru dunia dengan kecanggihan elektronik zaman ini, dan inilah kunci dalam pariwisata," ucap Jelly dengan nada yang sangat antusias.

Baca Juga: Insan Parekraf Siap Menyajikan Pengalaman Wisata Berkualitas pada World Water Forum 2024

Beragam tanggapan positif dari jabaran Jelly oleh undangan yang hadir tertuang dalam sesi sharing (berbagi_ind). Sementara tokoh muda Kota Manado Firman Mustika yang akrab disapa Ai Firman pun ikut memberikan pandangan dan harapannya agar Kota Manado Sebagai Pariwisata Dunia tidak hanya sekedar wacana, atau slogan, atau juga sebagai hiasan dinding jalan dalam poster atau baliho,

"Menurut saya, regulasi hukum diperlukan sekali dalam hal ini, agar dapat menjadi acuan bagi pembangunan dan pelaksanaan pariwisata di daerah, dan landasan hukum yang jelas harus diterapkan dan di implementasikan untuk menunjang dan mewujudkan Kota Manado menjadi Kota Pariwisata Dunia," Tutup Ai Firman.

Talk Show yang berdurasi kurang lebih dua jam tersebut dinilai sukses dalam tahap awal sebagai sarana membangun komunikasi dengan instansi terkait juga warga masyarakat umum.

(Shy)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Kontributor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X