SULUTZONE.COM -- Sudah menjadi budaya di Pineleng untuk umat non Islam terlebih umat Kristiani untuk menjaga kekhusyukan jalannya Sholat Idul Fitri.
Terpantau sepanjang jalannya Sholat, beberapa anggota Panji Yosua dari GMIM Yobel Winangun dan GMIM Kalvari Pineleng juga Pemuda, turun ke jalanan menjaga dan ikut membantu pihak Kepolisian mengatur arus lalu lintas di depan Mesjid Imam Bonjol Pineleng.
Selain di Mesjid Imam Bonjol, Panji Yosua Matius Pineleng juga ikut menjaga Mesjid Al-Mustaqim Pineleng Dua.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Sat Narkoba Polresta Jayapura Kota Amankan Ratusan Miras Ilegal Di Abepura
Menurut Ketua Panji Yosua GMIM Matius Pineleng, Stenly Bawotong, menjaga jalannya Sholat Ied bukan sekedar toleransi namun menjadi budaya dan karakter dari warga Pineleng.
"Mereka ikut menjaga jika perayaan Natal tiba di setiap Gereja yang ada di Pineleng, maka sudah menjadi keharusan kami datang menjaga mesjid-mesjid saat Idul Fitri," ujarnya.
Lanjutnya, budaya ini tidak bisa dihilangkan dan akan terus dijaga hingga ke generasi selanjutnya.
Baca Juga: Tetap Deadlock, PGE Lahendong Keberatan Beri Kompensasi kepada Warga Tondangow
"Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan. Maka kami senantiasa akan mengajarkan juga ke generasi selanjutnya tentang pentingnya saling menjaga satu dengan yang lain," ujarnya.
Di tempat berbeda, salah satu warga muslim, Ardiansyah mengatakan berterima kasih atas sikap toleransi yang selama ini dijaga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat umat nasrani yang senantiasa selalu datang menjaga Sholat Ied kami. Ini membuktikan kita akan terus menjadi kuat dalam persatuan," pungkas Sekertaris Desa Pineleng Satu ini.
(Dede)
Artikel Terkait
Jelang Lebaran, Sat Narkoba Polresta Jayapura Kota Amankan Ratusan Miras Ilegal Di Abepura
Polresta Jayapura Kota Kerahkan Personilnya Amankan Jalannya Malam Takbiran Dan Sholat Ied