SULUTZONE.COM -- Pertemuan antara Warga Tondangow dan perwakilan PGE Lahendong menemui jalan buntu.
Dikarenakan, 14 tuntutan yang warga layangkan tidak mendapat respon baik dari pihak PGE Lahendong.
Dialog yang berlangsung untuk kedua kalinya, digelar di Balai Kelurahan Tondangow, Kamis (4/4/2024) lalu.
Baca Juga: Pesan Paus Fransiskus Untuk Kemanusiaan
Adu argumen antara warga dan perwakilan PGE Lahendong terjadi dan berakhir tidak dengan keputusan apa-apa.
Emosi warga terus memuncak, dan mengangap PGE Lahendong yang telah 30 tahun lebih mengeksploitasi kekayaan alam sekitar terlalu "pandang enteng" warga.
Warga akhirnya memilih keluar dari pertemuan dan mengancam akan menutup akses jalan ke lokasi pengeboran.
Baca Juga: Menurunnya Orang Mengaku Beragama, Pendeta Perempuan Meningkat
"Kami masyarakat akan menutup akses jalan dan untuk tidak ada pekerjaan pengeboran kalau belum ada kesepakatan," ungkap Jefry Wawo, perwakilan rakyat.
Pihak PGE Lahendong enggan memberikan tanggapan terkait pertemuan tersebut.
(Dede)
Artikel Terkait
Saat Meledaknya Sumur Bor, Sirene Darurat Sengaja Dimatikan PGE Lahendong?
Warga Tondangow Tuntut PGE Lahendong Berikan Kompensasi Hingga Rp10 Juta per Keluarga