Tim Ad Hoc PBSI Ungkap Alasan Kegagalan Fajar Alfian dkk di Olimpiade 2024

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 16:28 WIB
Tim Bulutangkis Indonesia sesaat sebelum berangkat ke Olimpiade Paris 2024 (Ist)
Tim Bulutangkis Indonesia sesaat sebelum berangkat ke Olimpiade Paris 2024 (Ist)

SULUTZONE -- Tim Ad Hoc PBSI mengungkapkan bahwa persoalan nonteknis menjadi faktor utama dalam kegagalan Fajar Alfian dan timnya meraih emas, atau bahkan melaju jauh, di Olimpiade 2024 meski penampilannya sudah cukup memuaskan. 

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Tim Ad Hoc Olimpiade, Yuni Kartika, yang mengevaluasi penampilan tim bulutangkis Indonesia di ajang multi-event paling bergengsi dunia.

Tim bulutangkis Indonesia yang diharapkan dapat melanjutkan tradisi medali emas akhirnya harus puas dengan meraih medali perunggu melalui tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, meskipun sektor tersebut sebelumnya tidak diunggulkan. 

Baca Juga: Amerika Serikat Tetap Memimpin Klasemen Medali Olimpiade 2024, China Dekat di Posisi Kedua

PBSI awalnya berharap pada sektor ganda putra dan tunggal putra, mengingat rentetan prestasi yang telah dicatatkan sebelum Olimpiade.

Yuni menyatakan, "Kami tidak dapat menyalahkan kekalahan ini pada satu hal karena persaingan sangat ketat. 

Namun, yang perlu dievaluasi adalah bagaimana penampilan mereka bisa lebih baik lagi agar dapat meraih kemenangan.

Baca Juga: Matthijs de Ligt Diselidiki Terkait Kasus Tabrak Lari: Bek Bayern Munich dalam Sorotan

" Masalah nonteknis juga terlihat mengganggu, baik bagi atlet Indonesia maupun lawan dari negara lain.

PBSI telah membentuk tim Ad Hoc atau satuan tugas untuk mendukung prestasi olahraga bulutangkis dan mencapai target emas. 

Tim tersebut terdiri dari berbagai ahli, seperti tim gizi, psikolog, fisik, dokter, sport science, dan mentor yang merupakan peraih medali emas di Olimpiade sebelumnya, meskipun persiapannya dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, enam bulan sebelum pertandingan.

Baca Juga: Inter Milan: Ambisi Juara Liga Champions Kembali Bersama Beppe Marotta

Meskipun demikian, perjuangan bulutangkis Indonesia hanya sampai semifinal Olimpiade 2024 melalui Gregoria. 

Sementara itu, rekannya lainnya sudah tersingkir di fase grup dan perempatfinal. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X