religi

MTPJ GMIM 8-14 Desember 2024, Yesaya 11:1-10 Tunas Isai Akan Datang

Minggu, 8 Desember 2024 | 09:54 WIB
MTPJ GMIM

Tema Bulanan: "Kedatangan Yesus Kristus Memberi Harapan Baru"
Tema Mingguan: "Tunas Isai Akan Datang"
Bacaan Alkitab: Yesaya 11:1-10

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Masa Adven adalah masa penantian Yesus Kristus yang sudah, sedang dan akan datang kembali sebagai Hakim yang adil. Yesus Kristus lahir, menderita dan telah mati demi menanggung dosa-dosa umat manusia. Ia bangkit dan naik ke sorga, untuk menjamin kepastian hidup serta masa depan umat milik kepunyaan-Nya. Ia datang ke dunia ini mengajar, menyembuhkan yang sakit: lumpuh, bisu, pendarahan; mengusir roh jahat, dan membangkitkan orang mati. Dia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan mati.

Di tengah berbagai kemelut hidup yang menyayat hati, menantang dan mengancam keutuhan persekutuan umat dalam kasih seorang terhadap yang lain, warga gereja dituntut agar memiliki pengenalan yang sungguh-sungguh akan Tuhan Allah sumber hikmat dan pengertian, nasehat dan keperkasaan. Kita terpanggil untuk menantikan kedatangan-Nya yang memberikan harapan baru dan mewujudnyatakan cinta kasih Yesus Kristus dengan saling mencintai, peduli dan selalu mau berbagi. Tetap percaya bahwa Tuhan Allah yang setia dan adil, berkuasa menghadirkan kehidupan dan keselamatan. Perenungan firman Tuhan di minggu Adven II ini mengangkat tema: "Tunas Isai Akan Datang."

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Yesaya mengangkat tema penghakiman dan pemulihan yang tertanam secara mendalam. Nabi menubuatkan malapetaka yang akan menimpa Israel karena ketidaktaatan, penyembahan berhala, dan ketidakadilan sosial yang terjadi diantara mereka. Dia diperingatkan bahwa penghakiman Tuhan Allah akan datang bentuk invasi dan penandatanganan di tangan bangsa asing. Namun, nabi Yesaya juga berbicara pada akhirnya tentang harapan dan pemulihan Israel.

Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian besar: 1. Proto-Yesay atau Yesaya pertama pasal 1-39. Berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan terancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan. Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin untuk hidup menurut kehendak-Nya dan berlaku adil. Yesaya meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan. 2. Deutero-Yesaya atau Yesaya kedua pasal 40-55. Ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam pembuangan di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan Allah akan memerdekakan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu kehidupan baru. 3. Trito-Yesaya atau Yesaya ketiga pasal 56-66. Sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu yakinkan lagi bahwa Tuhan Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan.

Perikop Yesaya 11:1-10 tergolong dalam Proto Yesaya dan secara khusus menubuatkan tentang kedatangan seorang raja yang diidam-idamkan dan perdamaian dunia. Sebelumnya, nabi Yesaya menggambarkan penghukuman Tuhan Allah atas umat pilihan-Nya seperti pohon yang ditebang dengan kekuatan yang menakutkan sehingga tidak ada yang tersisa selain batang pohon/tunggul yang masih tertanam di dalam tanah (lih. pasal 10:33-34). Namun, pada ayat 1 nabi Yesaya menubuatkan tentang kesinambungan dan pemulihan hidup umat pilihan-Nya. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk (TB 2: suatu taruk) yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Suatu tuna yaitu suatu tumbuhan muda yang baru, muncul dari batang kayu yang ditebang; dan suatu taruk. Taruk adalah kata dalam Bahasa Jawa yang berarti tunas atau cabang muda pada tumbuhan. Taruk Merujuk pada bagian tumbuhan yang baru tumbuh dan biasanya masih muda dan segar.

Nabi Yesaya sebelumnya sudah berbicara tentang seorang anak yang akan lahir di atas bahunya ada lambang pemerintahan, namanya disebutkan orang penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Kekuasannya yang besar dan damai sejahtera tidak akan berakhir di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya (lih. Pasal 9:5-6). Kata tuna, bahasa Ibrani netzer mungkin merupakan akar kata dari nama Nazaret, dan Yesus Kristus disebut orang Nazaret (Mat 2:23) yang bisa berarti "orang dari Nazaret" atau "orang dari Tunas" yang muncul dari tunggul Isai (lih. Mat. 1:6-16).

Dalam ayat 2-5 nabi Yesaya menubuatkan bahwa sang tuna dalam segala hal memenuhi syarat bagi pekerjaan besar yang dirancang untuknya. Bahwa taruk yang lembut ini akan disirami sedemikian rupa dengan embun-embun sorga sehingga menjadi batang yang kuat sebagai tongkat pemerintahan (ay.2). Roh Tuhan dalam segala karunia dan anugerah tidak hanya akan datang, tetapi juga akan berdiam/tinggal dan bersemayam di atasNya. Ia akan memiliki Roh secara tidak terbatas, karena kepenuhan Tuhan Allah berdiam dalam Dia (band. Kol. 1:19; 2:9). Dia akan memiliki roh hikmat dan pengertian, roh nasihat (TB 2: roh perencanaan) dan keperkasaan serta roh pengenalan (TB 2: roh untuk mengenal) dan takut akan Tuhan Allah. Ia akan sepenuhnya memahami pekerjaan yang harus dikerjakan-Nya, sebab tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat.11:27). Ia akan menyelenggarakan pemerintahan dan menggunakan kekuasaan yang diserahkan kepadanya dengan cermat, penuh pertimbangan dan sangat tepat (ay.3).

Ia akan menghakimi orang lemah dengan keadilan (ay.4) seperti Ia sendiri ingin dihakimi (Yoh.7:24). Tidak menurut penampilan luar (TB 2: menurut penglihatan mata), atau dengan memandang muka (Ayb. 34:19), atau menurut apa yang tampak dan terlihat dari luar. Ia tidak menjatuhkan keputusan menurut kata orang (TB 2: menurut pendengaran telinga), menurut gunjingan dan laporan banyak orang, dan cerita-cerita orang lain, seperti yang pada umumnya dilakukan orang. Tetapi, Ia akan menghakimi dengan penghakiman yang benar (ay.5), seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Mereka ini akan Dia hajar dengan kata-Nya seperti dengan tongkat, dengan kata mulut-Nya, yang mengatakan kengerian dan kehancuran bagi mereka. Ancaman-ancaman-Nya akan mencengkeram mereka. Dengan nafas mulut-Nya (TB 2: embusan dari mulut) maksudnya melalui pekerjaan Roh-Nya, sesuai dengan firman-Nya, Ia akan melakukannya dengan mudah, seperti Ia membuat jatuh tersungkur orang-orang yang datang untuk menangkap-Nya (Yoh. 18 :6).

Akan ada kedamaian dan ketenteraman besar di bawah pemerintahan-Nya (ayat 6-9), sebab la akan menjadi Raja Damai. Persatuan atau kerukunan yang dinyatakan dalam janji-janji yang bersifat kiasan; yang dulunya biasa menggigit dan melahap semua yang ada di sekitar mereka, akan mengubah tabiatnya karena terkejut oleh anugerah Tuhan Allah. Sehingga mereka akan hidup dalam kasih, bahkan terhadap orang-orang yang paling lemah, yang sebelumnya akan mereka jadikan mangsa yang empuk. Serigala tidak akan melakukan sesuatu yang mengancam anak domba, tidak pula anak domba takut pada serigala. Singa akan berhenti memangsa dengan rakus dan akan makan jerami seperti lembu. Ular tedung dan ular beludak tidak akan berbisa lagi, sehingga orangtua akan membiarkan anak-anak mengulurkan tangan mereka dan bermain-main bersama ular-ular itu. Angkatan ular beludak akan menjadi keturunan orang-orang kudus, dan keluhan lama homo homini lupus — manusia adalah serigala bagi sesamanya, akan berakhir. Seperti lautan penuh dengan udara, maka ketenangan dan ketentraman besar akan dinikmati.

Pemulihan Tuhan menjadi tanda kebesaran, kebanggaan dan pedoman hidup (panji-panji) bagi bangsa-bangsa sehingga Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat tinggal-Nya akan menjadi mulia (ay 10). Keadaan di atas menggambarkan Tuhan Allah berdaulat mengumpulkan dan menghimpunkan seluruh umat manusia dalam kekuasaan dan kasih setia-Nya.

Makna dan Implikasi Firman
1. Nubuat Nabi Yesaya ini secara khusus menunjuk kepada diri Yesus Kristus. Percayalah kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan dan Hakim yang adil membuka ruang serta dimensi spiritualitas yang lebih luas bagi pemerintahan-Nya untuk menguasai kehidupan kita, sehingga sepenuhnya dikuasai oleh kasih dan keadilan-Nya. Makna iman kepada Yesus Kristus adalah wujud spiritualitas umat percaya yang ditandai dengan sikap pertobatan, yaitu kesediaan untuk membuang segala bentuk superioritas diri, kesombongan spiritual dan segala hawa nafsu duniawi. Dengan spiritualitas iman yang demikian kita mampukan untuk berlaku adil terhadap kehadiran orang lemah dan yang berbeda dengan kita.

2. Pada masa Adven ini, kami dipanggil untuk semakin membuka diri terhadap karya Yesus Kristus sehingga pemerintahan-Nya semakin menguasai dan mengendalikan secara efektif seluruh kehidupan kita. Melalui karya dan pemerintahan Yesus Kristus, kita mampu menghadirkan syalom dalam setiap ruang kehidupan ini. Syalom Yesus Kristus tersebut akan menciptakan tanda-tanda Kerajaan Allah yang membebaskan setiap rantai dan kejahatan di atas muka bumi ini.

3. Kita dipanggil untuk semakin percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan Hakim yang akan mengadili setiap umat manusia. Selain itu, dengan iman kepada-Nya, kami juga diundang untuk menciptakan kerukunan dengan semua pihak tanpa pernah membedakan latar belakang suku, budaya, agama, dan etnis.

4. Melalui kehidupan kita, orang di sekita kita, yaitu anggota keluarga, sesama dalam pekerjaan dan pergaulan, anggota jemaat, dan masyarakat dapat melihat kehidupan kita sebagai cermin kehidupan Yesus Kristus. Kehadiran Yesus Kristus bukan untuk menciptakan ancaman terhadap yang berbeda dengan diri-Nya sendiri, melainkan mendamaikan setiap sikap permusuhan dan menghadirkan jembatan rekonsiliasi melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang anda pahami tentang "Tunas Isai Akan Datang" menurut Yesaya 11:1 — 10?
2. Mengapa kedatangan Yesus Kristus memberi harapan baru bagi umat manusia?
3. Bagaimana mewujudkan cinta kasih Yesus Kristus yang menggerakkan gereja, baik pribadi maupun Lembaga untuk berdiakonia, memulihkan dan memelihara keutuhan ciptaan?

NAS PEMBIMBING: Filipi 2: 5 — 11

POKOK-POKOK DOA
1. Agar umat Tuhan senantiasa tetap menaruh pengharapan hanya kepada Yesus Kristus yang sudah datang, sedang datang dan akan datang kembali.
2. Agar umat Tuhan menciptakan dan menghadirkan kedamaian dan keadilan dengan sesama manusia dan alam.
3. Agar umat Tuhan selalu memohonkan hikmat dan kearifan Tuhan Allah bagi pemimpin umat dan bangsa.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
HARI MINGGU ADVEN KE-II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Persiapan: NKB No. 50 Fajar Yang Baru Sudah Rekah
Ses. Nas Pembimbing: KJ No. 81 O, Datanglah, Imanuel
Ses. Hukum Tuhan: KJ. No. 405 Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
Pengakuan Dosa: KJ.No. 149 Sang Maha Tabib T'lah Dekat
Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku
Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan
Nyanyian Penutup: NNBT No. 43 Pujilah Allah Semesta Alam.

ATRIBUT:
Warna Dasar Biru Muda dengan Simbol Empat Buah Lilin Berwarna Ungu

Terkini