SULUTZONE -- Peristiwa Supersemar, yang terjadi pada tanggal 11 Maret 1966, merupakan salah satu titik balik paling signifikan dalam sejarah Indonesia.
Peristiwa ini menandai berakhirnya pemerintahan Presiden Soekarno dan dimulainya era Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto.
Supersemar, yang merupakan singkatan dari "Surat Perintah Sebelas Maret", merupakan surat perintah yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dan mengatasi situasi politik yang semakin tidak stabil.
Baca Juga: Penjabat Bupati Talaud : Safari Natal Di Pulau Terluar.
Surat ini dikeluarkan dalam kondisi darurat, di tengah gejolak politik yang disebabkan oleh pemberontakan G30S/PKI dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Soekarno.
Peristiwa ini memiliki dampak yang sangat luas, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial.
Di bidang politik, Supersemar menandai berakhirnya era demokrasi terpimpin dan dimulainya era Orde Baru yang bersifat otoriter.
Baca Juga: Jadi Juru Kunci di Tomohon, Apakah CSSR Tak Kerja untuk Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay?
Soeharto, yang awalnya ditunjuk sebagai "penyelamat" negara, kemudian mencengkeram kekuasaan dengan kuat selama 32 tahun.
Di bidang ekonomi, Supersemar menandai berakhirnya era ekonomi terencana dan dimulainya era ekonomi liberal yang berorientasi pada pasar bebas.
Kebijakan ekonomi Orde Baru yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi, namun juga menimbulkan kesenjangan sosial yang semakin lebar.
Baca Juga: Pj Bupati Talaud Ajak Masyarakat Kembali Pererat Persaudaraan Pasca Pilkada 2024.
Di bidang sosial, Supersemar menandai berakhirnya era kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.
Orde Baru menerapkan kebijakan yang represif, termasuk pembredelan media massa dan pemenjaraan para aktivis yang kritis terhadap pemerintahan.
Supersemar merupakan peristiwa yang penuh kontroversi.
Artikel Terkait
Hari Ini, KPU Sulut Mulai Rekap Suara Pilkada 2024 Dimulai
Pilkada Manado, Imba vs AA Berhenti di Bawaslu?
Kapolres Talaud Hadiri Upacara Peringati Hari Armada RI Ke-79 Tahun.
Keluarga Besar Polsek Nanusa Gelar Ibadah Pra Natal 2024
Pasca Dikeluarkan dari Pleno Rekapitulasi Kemarin, Saksi E2L-HJP Mempertanyakan Keberadaan Jootje Robert Rumondor di Pleno Lanjutan
Dukung Program Nasional, Polres Kepulauan Talaud bersama Bhayangkari Gelar Makan Siang Bergizi Gratis di Sekolah.
Babinsa Koramil 1312-05/Essang Bantu Petani Panen Padi.
Pj Bupati Talaud Ajak Masyarakat Kembali Pererat Persaudaraan Pasca Pilkada 2024.
Jadi Juru Kunci di Tomohon, Apakah CSSR Tak Kerja untuk Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay?
Penjabat Bupati Talaud : Safari Natal Di Pulau Terluar.