Tema Bulanan: "Peranan Keluarga dalam Gereja Dan Masyarakat"
Tema Mingguan: "Cintailah Kebenaran dan Damai"
Bacaan Alkitab: Zakharia 8:1-19
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Jika kita mencermati kondisi dan keadaan masyarakat saat ini, maka masih terlihat adanya kehidupan yang mempraktekan cara hidup yang tidak benar. Itulah yang menyebabkan terjadinya kekacauan atau tidak ada kedamaian seperti tawuran dan perkelahian antar kelompok masyarakat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata cintailah dari kata dasar cinta yaitu suka sekali, ingin sekali, berharap sekali. Kebenaran dari kata benar yaitu sesuai sebagaimana adanya/seharusnya; betul; tidak salah, lurus hatinya dan dapat dipercaya. Dan kata damai yaitu tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman; tentram; tenang; dan keadaan tidak bermusuhan; rukun. Arti kata-kata ini menjadi komitmen yang bukan hanya sekedar diucapkan saja, tetapi harus diwujudkan dalam segala aspek kehidupan umat manusia di dunia ini, lebih khusus orang Kristen.
Jika manusia mencintai kebenaran dan kedamaian, maka pasti akan tercipta suasana yang saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan. Karena itu, tema yang menjadi perenungan kita di sepanjang minggu yang berjalan adalah "Cintailah Kebenaran dan Damai".
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Zakharia merupakan salah satu kitab termasuk dalam kelompok kitab-kitab kenabian dalam Perjanjian Lama. Nabi Zakharia berkarya di zaman Raja Koresh dari Persia pada tahun 520-518 SM. Masa itu sekitar 20 tahun sesudah pembuangan di Babel berakhir. Nama Zakharia dalam bahasa Ibrani berarti "TUHAN mengingat".
Tujuan ganda Nabi Zakharia dalam kitab Zakharia adalah untuk mendorong sisa-sisa kaum Yahuda agar melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci dan bertekun hingga tugas itu selesai. Dan mendorong, mendesak umat untuk percaya kepada Tuhan Allah agar damai sejahtera ditaburkan-Nya. Bahkan meminta mereka melihat jauh melampaui masa kini dan membayangkan sebuah kota Yerusalem Baru yang disebut sebagai "Kota Kebenaran".
Zakharia 8:1-19 berbicara mengenai keselamatan bagi umat-Nya dalam pembuangan. Bagian ini dimulai dengan perkataan : Datanglah firman Tuhan semesta alam. (ayat 1). Tuhan Allah berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar dan kehangatan amarah yang besar (ayat 2). Tuhan Allah berjanji akan kembali ke Sion. Ia akan berdiam di tengah-tengah Sion, Yerusalem. Ketika Tuhan Allah diam di Yerusalem, maka "Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus. Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya." (ayat 3-4). Di Yerusalem akan ada damai sejahtera yang ditandai dengan banyak anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di jalan-jalan kota Yerusalem. Artinya, keturunan umat menjadi banyak. (ayat 5) Ayat 3-5 menggambarkan ada kedamaian, kesejahteraan, umur panjang dan pertumbuhan penduduk.
Kota Yerusalem akan dipulihkan karena datangnya Tuhan Allah berdiam di Yerusalem. Bagi sisa-sisa bangsa Israel menganggap hal itu Ajaib, tetapi bagi Tuhan Allah adalah kehendak-Nya bagi mereka yang bertobat. Tuhan Allah membawa umat-Nya yang terbuang kembali ke Yerusalem. Di Yerusalem mereka akan menjadi umat-Nya dan Tuhan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran (ayat 6-8).
Bagi sisa-sisa Israel yang tidak ikut dibuang, yang sudah mendengar Firman Tuhan dari Nabi-Nabi dikuatkan hatinya, sejak dasar Bait Allah di Yerusalem diletakkan. Sebelum dasar Bait Allah diletakkan, tidak ada rezeki bagi manusia, juga bagi binatang bahkan tidak ada keamanan karena adanya musuh bagi orang yang masuk dan keluar Yerusalem dan terjadi pertengkaran di antara mereka. Tetapi saat Tuhan Allah kembali datang diam di Yerusalem, maka tidak akan ada lagi pertengkaran bagi sisa-sisa Israel. Tuhan Allah akan menabur damai sejahtera, pohon anggur akan memberi buahnya, tanah akan memberi hasilnya, langit akan memberi air embunnya dan sebagai milik mereka (ayat 9-12).