MTPJ GMIM 24-30 November 2024, Zakharia 8:1-19 Cintailah Kebenaran dan Damai

photo author
Grandani Lontoh, Sulut Zone
- Minggu, 24 November 2024 | 10:55 WIB
MTPJ GMIM
MTPJ GMIM

Jika kaum Yehuda dan Israel dahulu menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, maka ketika Tuhan Allah hadir, mereka diselamatkan. Karena itu, diingatkan kembali tentang pemberontakan nenek moyang mereka yang membuat-Nya murka dan memberikan malapetaka. (ayat 13-14) Tetapi umatNya bertobat maka Tuhan Allah kembali berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda sehingga mereka tidak takut lagi. Karena itu umat-Nya diminta agar melaksanakan hukum dengan benar, jangan merancang kejahatan dan tidak bersumpah palsu agar mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu atau tempat pengadilan. (ayat 13-17).

Firman Tuhan menjanjikan jika umat-Nya mencintai kebenaran dan damai maka pada waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita serta menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. (ayat 18-19).

Berdasarkan firman Tuhan kepada Zakaria maka dinubuatkan kemenangan atas semua musuh dan keselamatan dari Tuhan Allah. Yerusalem dipulihkan ketika keadilan dan kebenaran Tuhan Allah diberlakukan. Maka Yerusalem diberkati dan diberikan kehidupan baru. Yerusalem yang baru adalah simbol hadirnya damai sejahtera karena orang percaya hidup berkenan kepada-Nya dengan taat dan setia melakukan kehendak-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

1. Gereja dihadirkan Tuhan Allah di dunia ini untuk melaksanakan tugas panggilan-Nya. Tugas Gereja adalah memberitakan kehendak dan karya keselamatan-Nya di dalam dan melalui Anak-Nya yang tunggal. Yesus Kristus.


2. Orang percaya kepada Tuhan Allah yang bergumul dengan problematika hidup yang mengguncang imannya, menjadi alamat dari pemberitaan firman ini. Tuhan Allah dengan kekuatan-Nya memulihkan umat-Nya dari kehancuran dan penderitaan di pembuangan sebagai hukuman karena dosa. Tuhan Allah telah membebaskan kita dari hukuman atas dosa. Karena dosa kita telah ditebus dan hidup kita dikuduskan oleh pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Firman yang disampaikan kepada umat-Nya di pembuangan juga ditujukan kepada kita yang hidup tidak sepi dari penderitaan dan problematika. Janji kasih setia-Nya tidak berkesudahan di tengah ketidaksetiaan kita. Karena itu kita diajak tanpa henti untuk bertobat, dengan selalu hidup mencintai kebenaran dan damai sehingga tercipta suasana yang aman, tentram dan sejahtera.


3. Tuhan Allah berjanji kepada semua orang yang telah dipulihkan untuk diberkati dan janji-Nya pasti ditepati. Kita tidak usah ragu dan harus mengaminkan janji-Nya, bahwa hidup ini akan diberkatinya ketika beriman sungguh-sungguh kepada-Nya. Bukan hanya generasi kita yang diberkatj-Nya tetapi sampai kepada generasi-generasi selanjutnya. Kalau kita berjanji maka janganlah membuat orang lain menjadi trauma, gelisah, kecewa dan putus asa akibat dari suatu janji yang tidak ditepati.


4. Hidup dalam kesetiaan dan kebenaran Tuhan Allah akan mendatangkan keselamatan. Tantangan dan pergumulan apapun tidak boleh melemahkan kita dalam mempertahankan kesetiaan dan ketaatan akan kebenaran-Nya.


5. Realitas dunia sekarang ini dan terlebih kehidupan di masa- masa yang akan datang tentulah diliputi dengan berbagai kekuatiran dan ketakutan. Orang Kristen, tidak perlu merasa kuatir bahkan takut menghadapinya. Mengapa? Karena jaminan-Nya bagi orang yang telah diselamatkan akan dimampukan untuk menjalani kehidupan seberat apapun, Ia akan menolong dan menguatkan kita. Tuhan Allah selalu menjaga, melindungi dan menyertai perjalanan hidup kita sampai selama-lamanya.


6. Janji penyertaan Tuhan bagi kita yang selalu memelihara hidup yang kudus karena kita adalah Bait Allah (1 Korintus 3:17). Gereja yang kudus.


7. Dalam kaitannya dengan Gedung Gereja sebagai pusat peribadatan masing-masing jemaat, maka kita juga diingatkan untuk "jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah ...dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat" (Ibrani 10:25).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang saudara pahami tentang, "mencintai kebenaran dan damai" menurut Zakharia 8:1-19?
2. Berikanlah contoh hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran dan damai di sekitar kehidupan kita!
3. Bagaimana upaya kita agar selalu hidup dalam kebenaran dan damai?

NAS PEMBIMBING: Yesaya 32:17

POKOK-POKOK DOA
1. Mampukan orang percaya untuk selalu hidup mencintai kebenaran dan damai.

2. Orang-orang yang masih hidup jauh dari kebenaran dan damai.

3. Gereja, Pemerintah dan semua elemen masyarakat menciptakan situasi yang aman dan tentram.

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Grandani Lontoh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X