Religi, Sulut Zone - Masih hangat diperbincangkan terkait kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik selama periode 3 hingga 6 September 2024.
Sebuah kunjungan dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan ini dimaknai membawa pesan bagi Indonesia, salah satunya merawat kebersamaan dalam keberagaman.
Paus Fransiskus telah melakukan kunjungan ke Istana Presiden dan menuju ke Katedral Jakarta dan Graha Pemuda pada 4 September 2024 lalu.
Baca Juga: Terkait Kepemimpinan E2L-MAP di Talaud, Moktar Arunde Parapaga: Kita Hanya Sampai 26 Oktober 2024
Yang menarik perhatian warga Indonesia adalah pertemuan antar agama di Masjid Istiqlal dan Katedral, serta Misa Kudus bersama Paus Fransiskus pada 5 September 2024,
Terdapat fakta menarik dari kunjungan Paus Fransiskus, dimana ternyata pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan ini menolak perilaku bermewah-mewahan.
Bukan Pesawat Jet, malahan pesawat komersil. Bukan mobil kelas atas melainkan Toyota Kijang Innova Zenix yang merupakan mobil yang banyak digunakan oleh masyarakat menengah di Indonesia. Bahkan tidak menginap di hotel, namun memilih tinggal di Kedubes Vatikan di Indonesia.
Pope meninggalkan Jakarta pada 6 September 2024 dan bertolak ke Papua Nugini, Timor Timur, dan Singapura selama 12 hari.
Kehadiran Paus Fransiskus seakan menampar setiap warga yang suka flexiing atau pamer kekayaan.
Saat ini Flexing merupakan gaya hidup yang tidak bisa ditinggalkan, barang atau kehidupan yang sedikit mewah suka dipamerkan, agar diketahui banyak orang.
Media pamer juga tidak terbatas hanya ketika bertemua di dunia nyata dengan orang lain, namun merambah ke dunia media sosial.
Mereka yang punya gaya hidup flexing merasa tidak lengkap jika tidak memamerkan kemewahan hidupnya kepada orang lain.