SulutZone.com - Tren mengejutkan terjadi dalam lanskap keberagamaan global, dengan jumlah orang yang mengaku beragama menurun secara signifikan, sementara jumlah pendeta wanita mencapai puncak tertinggi.
Bersumber dari data terbaru Vatikan, menunjukkan bahwa pada tahun 2022, jumlah orang yang menyatakan diri sebagai orang beragama menurun dari 49.774 menjadi 49.414, menyoroti pergeseran dramatis dalam praktik keagamaan di seluruh dunia.
Penurunan ini, yang terjadi terutama di benua Eropa, Afrika, dan Oseania, menandakan pergeseran signifikan dalam cara orang mengartikan dan mempraktikkan agama mereka.
Baca Juga: Simak Data Peningkatan Umat dan Uskup di Dunia
Sebaliknya, di Asia, terjadi peningkatan pesat dalam jumlah orang yang mengaku beragama, sementara di Amerika, jumlah orang beragama semakin sedikit.
Namun, sorotan utama adalah peningkatan drastis dalam jumlah pendeta wanita.
Meskipun pada tahun 2021 jumlah pendeta wanita sudah mencapai hampir 47% dari jumlah pendeta di seluruh dunia, angka tersebut menurun secara tajam pada tahun 2022.
Data menunjukkan bahwa jumlah pendeta wanita turun dari 608.958 menjadi 599.228, menyoroti perubahan yang signifikan dalam dinamika keagamaan global.
Afrika menjadi benua dengan peningkatan terbesar dalam jumlah pendeta wanita, diikuti oleh Asia Tenggara.
Baca Juga: Masyarakat Taratara Cemas Mata Air Semakin Tercemar
Namun, di Amerika Selatan dan Tengah, serta Oseania, terjadi penurunan yang mencolok dalam jumlah pendeta wanita.
Bahkan di benua Eropa, yang sebelumnya dikenal karena populasi pendeta wanitanya yang kuat, juga mengalami kontraksi yang signifikan.
Perubahan ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang arah keberagamaan global dan peran perempuan dalam hierarki keagamaan.
Meskipun jumlah orang yang mengaku beragama menurun, pendeta wanita menghadapi tantangan dan peluang baru dalam mewujudkan peran mereka dalam masyarakat yang terus berubah. (Steven)