religi

Ini Kata Paus Soal Perang Rusia-Ukraina

Rabu, 3 April 2024 | 21:52 WIB
Paus FRansiskus Saat Mendaraskan Doa Untuk Prajurit Ukraina (Steven)

SulutZone.com - Paus Fransiskus kembali menarik perhatian publik. Dirilis oleh vaticannews,com Sebagai pemimpin Umat Katolik di Dunia Ia berdoa bagi korban perang, kali ini dengan menyebut nama seorang tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran di Avdiivka.

Dalam sebuah Audiensi Umum di Vatikan, Paus Fransiskus memegang rosario dan Perjanjian Baru yang ditinggalkan oleh prajurit bernama Oleksandr, yang berusia 23 tahun.

"Di tanganku, aku memegang rosario dan Perjanjian Baru yang ditinggalkan oleh seorang prajurit yang tewas dalam perang," Kata Paus.

Baca Juga: Viral!! Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, Simak Faktanya

Dengan penuh penghormatan, Paus menceritakan bagaimana Oleksandr membaca Kitab Mazmur dan menekankan ayat "Dari lubuk hati, aku berseru kepada-Mu, Tuhan; Tuhan, dengarkan suaraku."

Dalam momen yang penuh kekhidmatan, Paus Fransiskus mengajak umat beriman untuk mengheningkan cipta bersamanya, merenungkan nasib tragis Oleksandr dan korban perang lainnya.

Kisah Oleksandr menggambarkan betapa kejamnya dampak perang, dengan Paus Fransiskus menyatakan bahwa "perang selalu menghancurkan".

Dalam tindakannya membagikan kisah dan doa untuk para korban, Paus menggarisbawahi pentingnya mengingat dan menghormati mereka yang telah kehilangan nyawa mereka dalam konflik bersenjata.

Baca Juga: Kata Aktivis Lingkungan Soal Sampah Pemilu

Melalui tindakan ini, Paus Fransiskus sekali lagi menunjukkan perannya sebagai pembawa perdamaian dan keadilan di panggung global.

Pesan Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ukraina, tetapi juga menyoroti urgensi perdamaian dan rekonsiliasi di dunia yang dilanda konflik.

Dalam pidatonya, Paus mengajak umat beriman dan seluruh dunia untuk memikirkan para korban perang dan berdoa bersama-sama untuk perdamaian yang berkelanjutan.

Baca Juga: Polisi Hebat Semarang Kejar Gangster Tawuran, 7 Orang Diamankan, 1 orang Perempuan

Dengan demikian, doa Paus Fransiskus tidak hanya mengenang mereka yang telah meninggal, tetapi juga menjadi panggilan kepada umat manusia untuk bertindak demi mengakhiri kekerasan dan mengupayakan perdamaian.

Halaman:

Tags

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB