BAB I : Arya, Si Anak Ajaib dari Ujung Pandang: Kisah dari Balik Pagar Asrama
Cerpen -- Ujung Pandang, tahun 90-an. Panas kota pesisir berpadu dengan aroma laut dan debu jalanan. Suara kendaraan dan hiruk pikuk pasar menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota. Di balik tembok tinggi dan barisan barak-barak yang tertata rapi di kompleks asrama tentara, Arya dan kakaknya menghabiskan masa kecil mereka.
Lahir pada tahun 1991, Arya tak pernah mengenal sosok ibunya. Ia dan kakaknya dibesarkan oleh Nenek dan Kakeknya di tengah kehidupan asrama yang khas. Ayahnya juga tinggal bersama mereka, namun figur Mama (sebutan Arya untuk Neneknya) dan Kakek, seorang tentara, sangatlah dominan dalam membentuk karakter mereka. Mama, dengan kelembutan dan kasih sayangnya, menjadi sosok ibu bagi keduanya. Lewat cerita Mama, Arya tahu bahwa ibunya meninggalkan mereka saat ia masih bayi.
Baca Juga: Cerita Kehidupan : Kasih Oma, Kekuatan Hidupku
Kakaknya sempat mengenyam pendidikan di Makassar, beradaptasi dengan lingkungan sekolah di luar asrama. Namun, Arya sendiri belum sempat merasakan bangku sekolah di kota tersebut. Hari-harinya diisi dengan bermain di sekitar asrama bersama teman-teman sebaya. Suara terompet apel pagi, langkah sepatu lars yang berbaris, dan latihan para tentara menjadi bagian dari kesehariannya. Pemandangan Kakeknya yang gagah berseragam lengkap, menanamkan rasa hormat dan kebanggaan di hatinya.
Kehidupan di asrama membentuk mereka dengan disiplin dan aturan yang kuat. Namun, di balik itu, Arya tetaplah anak-anak yang penuh rasa ingin tahu. Ia suka menjelajahi setiap sudut asrama, bermain kelereng di bawah pohon rindang, petak umpet di antara barak, atau menerbangkan layang-layang di lapangan luas.
Malam hari menjadi saat yang paling ditunggu. Di bawah temaram lampu, Kakek bercerita tentang pengalamannya bertugas di berbagai daerah, kisah kepahlawanan, dan nilai-nilai seorang prajurit. Dari Kakek, Arya belajar tentang keberanian, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Baca Juga: Cerpen : Dari Gerobak Dorong ke Gedung Pencakar Langit
Tahun 1997, Kakek pensiun dari dinas ketentaraan. Sebuah babak baru dimulai, namun dengan sebuah perbedaan yang signifikan. Keluarga mereka, Mama, Kakek, Arya, dan kakaknya, memutuskan untuk kembali ke Manado, tanah kelahiran Mama. Ayah mereka tidak ikut serta. Kabar yang mereka dengar, Ayah telah menjalin hubungan dengan seorang wanita dan keduanya telah hidup bersama. Perpisahan ini menambah kompleksitas dalam kehidupan Arya dan kakaknya. Mereka harus menerima kenyataan bahwa keluarga mereka telah berubah.
Kepindahan ini membawa perubahan besar bagi Arya dan kakaknya. Mereka meninggalkan asrama yang telah menjadi rumah dan lingkungan bermain mereka. Perpisahan dengan teman-teman sepermainan tentu terasa berat. Namun, ada juga rasa antusias untuk memulai kehidupan baru di tempat yang baru. Arya, yang belum pernah merasakan bangku sekolah, kini akan memulai pendidikannya di Manado.
Kehidupan di asrama tentara telah memberikan warna tersendiri bagi masa kecil Arya dan kakaknya. Disiplin, keberanian, dan rasa tanggung jawab yang mereka serap dari lingkungan tersebut akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka selanjutnya. Kepulangan ke Manado, tanpa kehadiran Ayah, menandai awal petualangan baru, dari kehidupan di balik pagar asrama menuju dunia yang lebih luas, dengan tantangan dan pengalaman baru yang menanti.
Artikel Terkait
Peduli Warga Sat Lantas Polresta Manado Bantu Warga Dorong Kendaraan Mogok di Tengah Jalan
Polsek Pelabuhan Manado Gencar Razia Miras, Barang Ilegal, dan Berbahaya, Temukan 175 Liter Miras Jenis Cap Tikus
Polsek Pineleng Lakukan Patroli Rutin dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas untuk Jaga Keamanan Wilayah
Polresta Manado dan Polsek Jajaran Lakukan Pemeriksaan Modifikasi Tangki Minyak Kendaraan R4 dan R6 serta Pengawasan BBM Solar Subsidi di SPBU Wilayah
Buku "Badai Pasti Berlalu" oleh Chandra Putra Negara: Kisah Inspiratif Perjalanan Hidup
Prabowo Berangkat ke New Delhi, Penuhi Undangan Hadiri Peringatan Republik India
Rincian Pembelajaran Ramadhan 2025, Ini Jadwal Libur dan Kegiatan Bagi Siswa Muslim dan Non Muslim
Trump Tingkatkan Tekanan pada Rusia: Ancam Pajak dan Sanksi Jika Perang Ukraina Berlanjut
Viral Siswa Tidur Siang di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap Itu Kebijakan Sekolah: Itu Bagus
Patrick Kluivert Mulai Agenda Perdana di Indonesia Sebagai Pelatih Timnas