Sejarah HMPV: Bukan Virus Baru, Telah Menginfeksi Manusia Sejak Lama

photo author
- Minggu, 12 Januari 2025 | 19:18 WIB
Ilustrasi Virus HMPV (Istimewa)
Ilustrasi Virus HMPV (Istimewa)

 

sulutzonecom -- Human Metapneumovirus (HMPV) belakangan ini ramai diperbincangkan karena kasusnya yang meningkat di beberapa negara.

Namun, penting untuk dipahami bahwa HMPV bukanlah virus baru. Virus ini telah lama menginfeksi manusia, bahkan jauh sebelum pertama kali diidentifikasi secara resmi pada tahun 2001.

HMPV pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 oleh sekelompok peneliti di Belanda.

Mereka menemukan virus ini dalam sampel usap nasofaring (bagian belakang hidung dan tenggorokan) dari anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan, yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi penyebabnya.

Penemuan ini menandai terungkapnya salah satu penyebab penting infeksi pernapasan pada anak-anak.

Baca Juga: Waspada! Virus HMPV Menginfeksi Anak-Anak di Indonesia: Kenali Gejalanya dan Lindungi Keluarga Anda

Meskipun baru diidentifikasi pada tahun 2001, penelitian retrospektif (melihat ke belakang) terhadap sampel darah menunjukkan bahwa HMPV telah bersirkulasi di populasi manusia jauh sebelumnya.

Studi genetik menunjukkan bahwa HMPV kemungkinan telah menginfeksi manusia setidaknya sejak tahun 1950-an. Hal ini berarti banyak orang mungkin telah terpapar HMPV di masa lalu dan mengembangkan kekebalan terhadapnya.

Penelitian lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa HMPV memiliki hubungan evolusioner yang erat dengan virus metapneumo unggas (Avian Metapneumovirus/AMPV), khususnya subtipe C.

Ini menunjukkan kemungkinan adanya transfer virus dari hewan ke manusia (zoonosis) di masa lalu.

HMPV tersebar di seluruh dunia dan menyebabkan infeksi pernapasan sepanjang tahun. Namun, kasus infeksi HMPV cenderung meningkat pada musim dingin dan musim semi di negara-negara dengan empat musim.

Pola musiman ini mirip dengan virus pernapasan lainnya, seperti influenza dan RSV.

Baca Juga: Virus HMPV di Indonesia: Menkes Imbau Masyarakat Tetap Tenang

HMPV umumnya menyebabkan gejala ringan seperti pilek, batuk, demam, dan sakit tenggorokan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X