sulutzonecom -- Human Metapneumovirus (HMPV) belakangan ini ramai diperbincangkan karena kasusnya yang meningkat di beberapa negara.
Namun, penting untuk dipahami bahwa HMPV bukanlah virus baru. Virus ini telah lama menginfeksi manusia, bahkan jauh sebelum pertama kali diidentifikasi secara resmi pada tahun 2001.
HMPV pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 oleh sekelompok peneliti di Belanda.
Mereka menemukan virus ini dalam sampel usap nasofaring (bagian belakang hidung dan tenggorokan) dari anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan, yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi penyebabnya.
Penemuan ini menandai terungkapnya salah satu penyebab penting infeksi pernapasan pada anak-anak.
Baca Juga: Waspada! Virus HMPV Menginfeksi Anak-Anak di Indonesia: Kenali Gejalanya dan Lindungi Keluarga Anda
Meskipun baru diidentifikasi pada tahun 2001, penelitian retrospektif (melihat ke belakang) terhadap sampel darah menunjukkan bahwa HMPV telah bersirkulasi di populasi manusia jauh sebelumnya.
Studi genetik menunjukkan bahwa HMPV kemungkinan telah menginfeksi manusia setidaknya sejak tahun 1950-an. Hal ini berarti banyak orang mungkin telah terpapar HMPV di masa lalu dan mengembangkan kekebalan terhadapnya.
Penelitian lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa HMPV memiliki hubungan evolusioner yang erat dengan virus metapneumo unggas (Avian Metapneumovirus/AMPV), khususnya subtipe C.
Ini menunjukkan kemungkinan adanya transfer virus dari hewan ke manusia (zoonosis) di masa lalu.
HMPV tersebar di seluruh dunia dan menyebabkan infeksi pernapasan sepanjang tahun. Namun, kasus infeksi HMPV cenderung meningkat pada musim dingin dan musim semi di negara-negara dengan empat musim.
Pola musiman ini mirip dengan virus pernapasan lainnya, seperti influenza dan RSV.
Baca Juga: Virus HMPV di Indonesia: Menkes Imbau Masyarakat Tetap Tenang
HMPV umumnya menyebabkan gejala ringan seperti pilek, batuk, demam, dan sakit tenggorokan.
Artikel Terkait
Sulutzone.com Kunjungi Pemkot Manado, Bahas Digitalisasi UMKM
PT. Tridi Media Indonesia Rayakan Anniversary ke-2: #LocalHero #FokusUMKM untuk Sulut Berkat
Tingkatkan Kompetensi Jurnalistik, Tim Sulutzone.com Ikuti Pelatihan Dasar dan Pemanfaatan AI dalam Konten
Angin Santa Ana: Pemicu Kebakaran Dahsyat di Los Angeles
Daftar Selebriti Hollywood yang Terdampak Kebakaran Besar di Los Angeles
Uya Kuya Saksikan Kobaran Api Kebakaran Los Angeles dari Rumahnya: Siap Bantu WNI Terdampak
UMKM Siap Hadapi 2025: Strategi Jitu Menavigasi Dinamika Pasar
Kemajuan Minahasa di Bawah Kepemimpinan Royke Roring dan Robby Dondokambey: Fokus pada Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesejahteraan Masyarakat
Sudah 20 Tahun Jalani Makan Bergizi Gratis, Jepang Tertarik Dukung Program Prabowo
Kebakaran Los Angeles: Api Mengamuk, Apa Penyebab dan Mengapa Sulit Dipadamkan?