Bukan Berasal Dari Kerjasama Indonesia Jepang, Ini Fakta Asli Mobil Kijang

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 5 Juni 2024 | 12:18 WIB
Mobil Kijang pada masanya (Istimewa)
Mobil Kijang pada masanya (Istimewa)

JAKARTA, SULUT ZONE - 5 Juni 2024 -- Salah satu model paling sukses Toyota di Indonesia, Toyota Kijang, memang sudah melanglang buana di Tanah Air sejak debut perdananya di tahun 1977. 

Asal mula Toyota Kijang lahir di Indonesia bermula melalui dua sisi.

Pertama ialah dari sisi regulasi, dimana di Indonesia terdapat program Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) yang dicanangkan oleh pemerintah di awal tahun 1970-an.

Baca Juga: Perkembangan Ekonomi Makro Sulawesi Utara: Tantangan dan Proyeksi Perekonomian

Di sisi lain, dari Toyota global pun memang mencanangkan program Basic Utility Vehicle (BUV) yang sudah diawali di Filipina dengan Toyota Tamaraw.

Debut perdana Toyota Kijang memang lahir di tahun 1977, namun proses RnD dan development Toyota Kijang sudah jalan jauh sebelumnya.

Salah satunya saat ketika Toyota membawa “prototipe” Toyota Kijang di Jakarta Fair 1975 yang dibawa oleh Mikio Nomura (GM Divisi Penjualan Toyota), melalui serangkaian tes di kota-kota di pulau Jawa, sebelum akhirnya debut di 9 Juni 1977 di Hotel Hilton, Jakarta.

(Istimewa)

Pertanyaan pun muncul, sebenarnya nama Kijang itu dari mana lahirnya? Plus kenapa tahu-tahu di media sosial dan di mata netizen lahir istilah bahwa Kijang merupakan akronim dari Kerjasama Indonesia Jepang?

Oke mari menilik dari tiga sumber resmi Toyota, yakni melalui press release resmi Toyota di tahun 1977, buku “Meniti Tali Generasi: 30 Tahun Kijang Menyatukan Setiap Keluarga" yang dirilis tahun 2007, dan rilis resmi PT Toyota Astra Motor di tahun 2022 saat tepat usia Toyota Kijang 45 Tahun.

Dari sumber resmi ini, diketahui bahwa proses penamaan Kijang diawali oleh ide penamaan mobil BUV Toyota dengan nama “Kancil”.

Baca Juga: Sulsel Terdampak Banjir dan Longsor, PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik

Ini karena di Filipina, nama Toyota Tamaraw itu diartikan nama Kerbau. 

Hanya saja timbul pertimbangan jika menggunakan nama Kancil, karena sifat kancil jika mengacu pada dongeng anak-anak dikonotasikan bahwa “si Kancil anak nakal, suka mencuri ketimun”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X