Mereka meninggalkan pesan dengan harapan hal ini akan menghibur Fat Cat di akhirat, dan di kehidupan selanjutnya, Fat Cat harus mencintai dirinya sendiri lebih dahulu.
Namun, perlu diketahui bahwa tindakan bunuh diri bukanlah solusi atas masalah yang dihadapi.
Filsuf terkenal, Friedrich Nietzsche, pernah berkata, “Dia yang mempunyai alasan untuk hidup, akan mampu menanggung apa pun caranya.”
Baca Juga: Indonesia: Ekonomi Tetap Berdaya Tahan di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global
Jadi, mari kita belajar untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu, karena hanya dengan mencintai diri sendiri, kita dapat mencintai orang lain dengan lebih baik.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Artikel Terkait
Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosario di Tangsel.
Vatikan, Umat Kristen dan Budha Harus Bersama Membangun Perdamaian
Indonesia: Ekonomi Tetap Berdaya Tahan di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global
Apa Yang Dibahas Konferensi ICFP-JCLI ke-2?
Simak Kolaborasi BI dan MUI
Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.
Sejarah Palang Merah Internasional: Mengubah Dunia dengan Kemanusiaan
Gerak Cepat PMI Sitaro Pada Letusan Gunung Ruang
Tindak Lanjuti Arahan Menteri ATR/BPN, Humas Melakukan Evaluasi Optimalisasi Eksistensi di Kementerian
Kapolda Apresiasi Seluruh Personil Polda Sulut Atas Dedikasi dan Loyalitas Yang Ditunjukan Dalam Tugas