nasional

Curhat Warga Aceh Tamiang, Harus Jemput Air Bersih yang Berjarak Lebih dari 1 Km untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:32 WIB
Warga di sebagian wilayah Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih. (Instagram/faza.fauzan_)

Sulutzone.com - Kebutuhan air bersih masih masih belum bisa diakses dengan mudah oleh sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.

Dua bulan berlalu usai banjir bandang disertai tanah longsor pada akhir November 2025 lalu, bantuan air bersih masih dibutuhkan oleh warga.

Langkanya air bersih itu membuat warga harus rela berjalan jauh demi bisa mendapatkannya dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya seperti yang dialami oleh warga Dusun Sidodadi, Kampung Payanas di Aceh Tamiang.

Mengandalkan PDAM Sebelum Banjir

Sebelum banjir bandang menerjang, warga mengandalkan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Namun, saat banjir datang, semua peralatan yang dimiliki PDAM untuk menyalurkan air ke warga pun turut terdampak dan kini telah putus.

“Setelah banjir, akses PDAM terputus, dari pipa-pipanya hilang kemudian hanyut, mesin-mesinnya pun hanyut mungkin,” ucap relawan kepada salah satu warga, dikutip dari unggahan video di akun Instagram @faza.fauzan_ pada Selasa, 27 Januari 2026.

“Sampai sekarang, dua bulan ini mereka harus melangsir air,” imbuhnya.

Butuh Perjalanan Lebih dari 1 Km untuk Dapat Air

Menurut pengakuan warga, ia harus melangsir air setiap harinya agar kebutuhan terpenuhi.

“Langsir air jaraknya 1 Km lebih dan setiap hari pagi-sore,” ucap warga tersebut.

“Mau nyuci harus langsir, mau mandi langsir, semua langsir,” sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Aceh Tamiang kota sempat mengungkapkan saat ini mereka mengalami krisis air minum.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB