Kami tidak menduga ketertarikan dan antusiasme masyarakat (pembaca) terhadap karya ini masih sedemikian besar hingga saat ini, meskipun buku ini pernah diterbitkan 2009 silam.
Baca Juga: Tahukah Kamu! Makam Fir'aun Tutankhamun Ditemukan Dengan Kondisi Seperti ini
Inilah kontribusi Muhammadiyah dalam membangun generasi Indonesia yang lebih toleran, inklusif, dan terbiasa hidup bersama dalam perbedaan,” ucap Fajar.
Selain itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada awalnya, buku ini diterbitkan pada tahun 2009 namun kurang detail dalam hal data-data.
Namun, kali ini, menurut Mu`ti, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (Kompas Gramedia) telah mengalami penyempurnaan yang komprehensif dan juga telah diperbaiki dengan baik.
“Terutama pada bagian bab dua dalam buku ini dijelaskan tentang akar pluralisme dalam pendidikan Muhammadiyah di tingkat akar rumput,” kata Mu`ti dilangsir dari laman resmi Muhammadiyah.or.id .***
Artikel Terkait
Ditangkap Terkait Narkoba, Ini Profil dan Biodata Teddy Minahasa: Asal Sulut Hingga Pernah Ajudan Jusuf Kalla
Listyo Sigit Prabowo Lantik 9 Kapolda, Termasuk Kapolda Sulut dan Pengganti Teddy Minahasa
Firman Usman : Persikokot Siap Bertanding pada Porprov Sulut XI November 2022
Buruan Download di Sini ! Twibbon Porprov XI Sulut 2022
Stevanus Michael Tamuntuan, Putra Minahasa Yang Kini Jabat Dirreskrimsus Polda Sulut
Hotman Paris Angkat Bicara Kasus Pembunuhan Sadis Bocah Lima Tahun di Bolmong, Minta Kapolda Sulut