SULUTZONE.COM - Fahri Hamzah merupakan politisi yang terkenal tegas dan konsisten sejak menjadi aktivis 1998.
Baru-baru ini, Fahri Hamzah tegas mengatakan bahwa anggota legislatif bukan pengantar Bansos.
Hal tersebut sebagaimana dalam video unggahan akun TikTok Klip Fahri Hamzah.
Baca Juga: Publik inginkan Proporsional Terbuka atau Tertutup? Ini Jawabannya Menurut SMRC
Dikatakan Fahri Hamzah, anggota legislatif bukan pengantar Bansos.
"Seperti yang terjadi sekarang ini. Sibuk menjadi pelayan eksekutif," tegasnya.
Menurut Dia, 10 anggota dewan dari NTB tidak ada 'berbunyi' atas kedzaliman yang terjadi.
Baca Juga: Fenomena Langka! Ribuan Ekor Udang Naik ke Darat: Lokasi Kejadian Diduga di Gorontalo
"Tidak ada yang berbunyi atas kedzaliman yang terjadi. Tidak ada yang berbunyi atas ketimpangan yang terjadi," kata Politisi Partai Gelora ini.
Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa saat ini ada dugaan kasus di Kementerian Keuangan atas dana 300 triliun.
"Kementerian Keuangan dianggap ada transaksi keuangan 300 triliun. Ingat kasus Century dulu, hanya 6,7 triliun. Ribut Anggota Dewan nya kemana-mana," ungkapnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Inisial MU Ditahan KPK atas Kasus Suap Pengesahan RAPBD
"Sekarang ada pesta pora penyimpangan ratusan triliun bahkan ribuan triliun, anggota dewan nya mingkem saja," tegasnya lagi.
Menurut Fahri, oknum anggota dewan sibuk menjadi pelayan eksekutif.
Artikel Terkait
Kepala BP2MI Benny Rhamdani ke Masyarakat Desa Poyowa Besar I: ini Kemudahan dan Keuntungan Pekerja Migran
Sosialisasi PMI di BMR, Kepala BP2MI Benny Rhamdani: ini Era yang Tidak Harus Berpikir jadi ASN
Besok! Rocky Gerung dan Bupati Depri Pontoh jadi Pembicara di Wawasan Kebangsaan Ekonomi dan Politik Bolmut
Agustus! Presiden Jokowi Direncanakan Resmikan Bendungan Lolak, Ganti Untung Lahan Warga Diduga 'Bermasalah'
Megawati Soekarnoputri Ingatkan Wali Kota Gibran: Tak Larut dalam Manuver Politik Menjelang Pemilu 2024
Anggota DPRD Inisial MU Ditahan KPK atas Kasus Suap Pengesahan RAPBD
Sebelum Insial MU Ditahan, Lima Oknum Anggota DPRD Ini Telah Ditahan KPK atas Dugaan Suap RAPBD
Untuk 'Uang Ketok Palu' RAPBD, para Oknum Anggota DPRD ini Diduga Minta Duit: ini Besaran Suap per Orang
Publik Percaya Ganjar Pranowo akan Lanjutnya Kepemerintahan Jokowi: Menurut SMRC
Publik inginkan Proporsional Terbuka atau Tertutup? Ini Jawabannya Menurut SMRC