Tak Persoalkan Keterbatasan Anggaran
Fildzah mengungkapkan, meski dirinya hanya mendapatkan gaji yang kecil ia sama sekali tidak menyesal menjadi seorang guru dan mengaku tetap mencintai profesi guru dengan tulus.
"Saya ingin menegaskan dengan tulus, saya tidak menyesal menjadi guru. Saya tetap mencintai profesi ini sepenuh hati," terang Fildzah.
"Di tengah keterbatasan, saya tetap datang ke sekolah, tetap mengajar, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak," imbuhnya.
Kondisi saat ini, Fildzah paham betul terkait dengan peran dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dengan segala keterbatasan maupun anggaran.
Guru PPPK di Sumedang itu lantas menganggap hal itu sebagai bagian dari kehidupan bagi para guru.
"Saya tidak menyalahkan pihak Pemda yang saat ini hanya mampu memberikan gaji PPPK paruh waktu sebesar Rp50.000," tegas Fildzah.
"Kami memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari realita yang sedang dihadapi bersama," jelasnya.
Meski Penghasilan Minim, Siap Bertahan
Dalam kesempatan yang sama, Fildzah mengaku siap bertahan demi menjadi guru bagi anak-anak muridnya meski penghasilannya tergolong sangat minim.
"Namun di balik pemahaman itu, tidak bisa dipungkiri bahwa kami para guru tetap merasakan pahitnya perjuangan," tegasnya.
"Dengan penghasilan yang sangat minim, kami harus bertahan, mengatur ulang kebutuhan hidup, dan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik tanpa mengurangi kualitas pengabdian," sambung Fildzah.
Di sisi lain, Fildzah menuturkan, keluhan yang ia posting tersebut bertujuan tidak meminta belas kasihan maupun menyudutkan pihak mana pun yang terkait.
"Saya bangga menjadi guru. Kami bangga menjadi guru. Dan selama masih diberi kekuatan, kami akan tetap mengabdi, meski dalam keterbatasan," tutupnya.*
Artikel Terkait
Gubernur Yulius Selvanus Lantik Pejabat Eselon II Pemprov Sulut, Ini Daftar Beberapa yang Dilantik!
Krisis di Liga Pro Saudi: Cristiano Ronaldo Mogok Bermain, Liga Keluarkan Peringatan Keras
Real Madrid Jaga Tekanan pada Barcelona, Valencia Terpuruk di Jurang Degradasi
Lazio Resmi Kirim Dokumen Proyek Stadion Flaminio — Capai Titik Balik Baru!
PLN Suluttenggo: Terhentinya Pasokan Listrik saat HUT ke-18 Gerindra di Manado Merupakan Gangguan Teknis
Tingkatkan Kualitas SDM Perbatasan, Pos AD Marampit Talaud Gelar Pelatihan Kemandirian bagi Generasi Muda
TNI Manunggal membangun Dengan Rakyat Babinsa Membangun Koprasi Merah Putih
Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Babinsa Dampingi Warga Tani Panen Padi Ladang
BYD ATTO 3 Advanced Plus: SUV Listrik yang Disiapkan untuk Mobilitas Sehari-hari
Kondisi Desa Sekumur Aceh Tamiang, Warga Masih Tinggal di Tenda dan Banyak Tumpukan Kayu Sisa Banjir