Masih Banyak Tumpukan Kayu
Sementara melalui unggahan video lain, kayu berukuran besar masih ada di wilayah Desa Sekumur.
Kayu besar tersebut, rencananya akan dipotong dan digunakan sebagai papan untuk membangun hunian baru.
Sayangnya, masih ada kendala biaya untuk memotong kayu tersebut.
“Kayunya lumayan besar, kemarin yang besar-besar ini di situ, tapi dipotong warga karena banyak anak-anak yang main, takut jatuh,” ujarnya.
“Ini tinggal tapak rumah, rumah kami rata-rata hancur. Itu semua juga kayu, pokoknya di Sekumur ini banyak kayu di sini” lanjutnya.
Mengenai perkembangan hunian sementara (huntara), warga tersebut menyatakan bahwa belum ada pembangunan untuk warga di Desa Sekumur.
“Belum ada hunian sementara di Desa Sekumur. Kami semua masih tinggal di dalam tenda,” tegasnya.
*
Artikel Terkait
Eldio Rambi, Generasi Muda Pelopor Pelestarian Budaya Adat Minahasa Lewat Konten Digital
Gubernur Yulius Selvanus Lantik Pejabat Eselon II Pemprov Sulut, Ini Daftar Beberapa yang Dilantik!
Krisis di Liga Pro Saudi: Cristiano Ronaldo Mogok Bermain, Liga Keluarkan Peringatan Keras
Real Madrid Jaga Tekanan pada Barcelona, Valencia Terpuruk di Jurang Degradasi
Lazio Resmi Kirim Dokumen Proyek Stadion Flaminio — Capai Titik Balik Baru!
PLN Suluttenggo: Terhentinya Pasokan Listrik saat HUT ke-18 Gerindra di Manado Merupakan Gangguan Teknis
Tingkatkan Kualitas SDM Perbatasan, Pos AD Marampit Talaud Gelar Pelatihan Kemandirian bagi Generasi Muda
TNI Manunggal membangun Dengan Rakyat Babinsa Membangun Koprasi Merah Putih
Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Babinsa Dampingi Warga Tani Panen Padi Ladang
BYD ATTO 3 Advanced Plus: SUV Listrik yang Disiapkan untuk Mobilitas Sehari-hari