SPAI juga menyatakan keberatan terhadap sistem prioritas order yang hanya menguntungkan sebagian pengemudi.
Mereka menyoroti program-program seperti GrabBike Hemat, slot dan aceng di Gojek, serta hub di ShopeeFood yang dinilai menciptakan diskriminasi.
Sistem serupa juga disebut berlaku di Maxim, Lalamove, InDrive, Deliveree, dan Borzo.
Tak hanya itu, SPAI mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk segera membuat regulasi khusus yang bisa melindungi para pengemudi ojol.
Mereka berharap aturan ini dapat dimasukkan dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang telah tercantum dalam Prolegnas.***
Artikel Terkait
Dugaan Penyaluran Dana ke Lima Media Bodong, Wartawan Desak Polda Sulut Periksa Pejabat Kominfo
Richard Sualang: Calon Kuat Pimpin KONI Manado, Raih Dukungan dari Berbagai Cabang Olahraga
Kunker Perdana, Ketua Pengadilan Tinggi Manado Disambut Hangat di Melonguane Talaud
IKAL Lemhanas Sulut Tetapkan Novi Mewengkang sebagai Ketua Periode 2025-2030
Gejolak di Sulut! Ketua ARP Tantang Kadis Kominfo Soal Dugaan Korupsi Dana Media
Gubernur Sulut Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Tekankan Sinergi Pusat dan Penguatan Ekonomi Lokal
Ormas Adat Minahasa Dukung Penuh Pelaksanaan Munas APKASI di Minahasa Utara
Banjir di Boltim Dapat Perhatian dari PLN Suluttenggo
Kodim 1312/Talaud Gelar Upacara Kebangkitan Nasional ke-117
Ramai Soal Batasan Diskon Ongkir, POS Indonesia Angkat Bicara