"Saya merasa sangat senang sekali karena sudah masuk TNI AD. Saya bisa membanggakan mama dan almarhum bapak serta keluarga besar saya," ucap pemuda asal Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu, NTT ini.
Ibunda Joni, Lorenza Kaili, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian sang anak.
Meski begitu, Lorenza tetap mengingatkan agar Joni terus fokus dan berjuang sebaik mungkin dalam kariernya sebagai prajurit TNI AD.
"Saya senang dan bangga, semoga ia bisa terus berjuang," ujar Lorenza.
Perjalanan Joni Menjadi Bintara TNI AD
Nama Joni mulai dikenal luas pada HUT ke-73 RI tahun 2018. Saat itu, Joni yang masih duduk di kelas 1 SMP Negeri Silawan melakukan aksi heroik dengan memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut di ujung tiang.
Aksinya tersebut membuat Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan, memuji keberaniannya.
"Saya bangga dengan perjuangan dia memanjat tiang bendera. Perjuangan itu mengingatkan kita pada besarnya pengorbanan para pahlawan dulu," tutur Ose.
Artikel Terkait
Manusia vs Teknologi, Wamen Dikti Stella Christie Imbau Masyarakat Pandai Manfaatkan AI Agar 'Tidak Kalah Telak'
Waspada! Virus HMPV Menginfeksi Anak-Anak di Indonesia: Kenali Gejalanya dan Lindungi Keluarga Anda