Sulutzone - Kebiasaan menggregetkan gigi, biasanya dilakukan tanpa sadar.
Kebiasaan ini, umumnya dilakukan saat seseorang lagi berkonsentrasi, merasa cemas atau stres.
Meski tergolong tidak berbahaya, namun kebiasaan ini bisa dapat memicu komplikasi, seperti kerusakan pada gigi dan rahang, sakit kepala dan telinga.
Baca Juga: Debut di Timnas U-20, Ivar Jenner dan Justin Hubner Dipuji Ketum PSSI
Secara medis kebiasaan ini, disebut dengan bruxism.
Pada banyak kasus bruxism terjadi secara spontan saat orang sedang berkonsentrasi.
Dilansir dari @Alodokter_id, bruxism biasa terjadi karena,
Baca Juga: Saat Para Artis Belanja! Jumlahnya Bikin Takjub! Mikik Nagita Sangat Fantastis, Netizen Bagaimana?
- Memiliki ciri kepribadian yang agresif,
kompetitif dan hiperaktif.
- Memiliki keluarga yang bruxism.
- Memiliki gangguan tidur salah
satunya sleep apnea.
- gaya hidup yang tak sehat, misalnya
merokok.
- memiliki penyakit tertentu,
diantaranya, Parkinson, demensia,
asam lambung, atau epilepsi.
- Mengkonsumsi obat-obatan
phenothiazine seperti
chlorpromazine dan beberapa obat
anti depresan.
Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar! Berikut Ini Susunan Pemain Argentina yang telah Resmi Diumumkan
Bruxism tidak perlu dilakukan penanganan khusus. Karena penanganannya, akan disesuaikan dengan pemicunya