SULUTZONE - Eskalasi konflik Rusia dan Ukraina ini masih terus berlangsung di dua negara bertetangga ini.
Dikabarkan, sebuah rudal milik Rusia jatuh di Polandia Timur dekat Ukraina.
Kejadian jatuhnya rudal Rusia di Polandia ini menewaskan dua orang.
Baca Juga: Roket Rusia Hantam Polandia, Dua Orang Tewas
Diketahui, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan rudal Rusia menghantam Polandia dalam "eskakasi konflik" yang signifikan tersebut. Namun dia tidak memberikan bukti.
Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa rudal Rusia menghantam wilayah Polandia, menggambarkan laporan itu sebagai "provokasi yang disengaja yang bertujuan untuk memanaskan situasi," dilangsir dari Antara.
Ia menambahkan dalam sebuah pernyataan: "Tidak ada serangan terhadap sasaran di dekat perbatasan negara Ukraina-Polandia yang dilakukan dengan alat penghancur Rusia."
Baca Juga: Dua Anggota Polda Lampung Diduga Terlibat Jaringan Teroris
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dia tidak memiliki informasi tentang ledakan di Polandia.
Rusia menggempur kota-kota di seluruh Ukraina dengan rudal pada Selasa, dalam serangan yang menurut Kyiv adalah gelombang serangan rudal terberat dalam hampir sembilan bulan perang. Beberapa menghantam Lviv, yang berjarak kurang dari 80 km dari perbatasan dengan Polandia.
Fabrice Pothier, mantan kepala perencanaan kebijakan di kantor sekretaris jenderal NATO, mengatakan kepada Sky TV bahwa peristiwa itu cukup untuk memberlakukan Pasal 4 NATO.
"Pasal itu akan mengharuskan Polandia mengadakan pertemuan NATO "untuk saling berkonsultasi, untuk menilai ancaman dan untuk mengambil tindakan nyata," kata Pothier. Duta besar NATO akan mengadakan pertemuan mingguan reguler pada Rabu.
Wakil Perdana Menteri Latvia Artis Pabriks mengatakan situasinya "tidak dapat diterima" dan itu dapat menyebabkan NATO memberikan lebih banyak pertahanan anti-pesawat ke Polandia dan Ukraina, pandangan yang didukung Pothier.