SULUTZONE -- Pagi yang tenang di pangkalan angkatan laut Pearl Harbor, Hawaii, berubah menjadi mimpi buruk pada 7 Desember 1941.
Serangan mendadak oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat, menewaskan ribuan orang, dan menghentak dunia ke dalam Perang Dunia II.
Serangan ini bukan hanya sebuah tragedi militer, tetapi juga sebuah titik balik dalam sejarah yang membentuk kembali peta geopolitik dunia.
Baca Juga: Hizbullah Ancam Serang Haifa, Israel Peringatkan Lebanon
Sebelum fajar menyingsing, gelombang pesawat tempur Jepang, terdiri dari pesawat pengebom, pesawat tempur, dan pesawat pengintai, muncul dari cakrawala.
Tanpa peringatan, mereka melancarkan serangan brutal terhadap kapal perang, pesawat, dan instalasi militer di Pearl Harbor.
Ledakan dahsyat mengguncang langit, menghancurkan kapal-kapal perang seperti USS Arizona, USS Oklahoma, dan USS West Virginia.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Tenangkan Publik Soal Kesehatan Raja Salman
Api berkobar hebat, asap hitam membumbung tinggi, dan teriakan panik memenuhi udara.
Lebih dari 2.400 personel militer Amerika tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka.
Delapan kapal perang Amerika Serikat hancur atau rusak parah, dan ratusan pesawat hancur.
Baca Juga: Turki Evakuasi Ribuan Warganya dari Lebanon di Tengah Konflik Israel-Hizbullah
Serangan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam, meninggalkan jejak kehancuran yang mengerikan.
Kejutan yang mendalam merupakan faktor kunci keberhasilan serangan Jepang.
Artikel Terkait
AIDP Diluncurkan pada AHM Meeting ke-16, Perkuat Kesiapsiagaan Pandemi dan Pertahanan Penyakit Menular Melalui Udara
Aruba: Surga Tropis dengan Sejarah Kaya dan Pesona Menakjubkan
Konflik Gaza Meluas: Yerusalem, Tepi Barat, dan Lebanon Terlibat
Skandal Politik: Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Ditetapkan Tersangka Kasus Penyuapan
Keberhasilan Giant Sea Wall di Jepang Amankan Desa Kecil dari Tsunami
Menyoroti Serbuan Rudal Iran ke Israel yang Bikin AS Marah Besar dan Tekan ‘Sirine’ Balas Dendam
Raja Charles III Akhirnya Makan Siang, Demi Kesehatan dan Atas Permintaan Sang Ratu
Turki Evakuasi Ribuan Warganya dari Lebanon di Tengah Konflik Israel-Hizbullah
Putra Mahkota Arab Saudi Tenangkan Publik Soal Kesehatan Raja Salman
Hizbullah Ancam Serang Haifa, Israel Peringatkan Lebanon