Talaud, Sulutzone.com – Semangat kebersamaan dan kemandirian pangan kembali digaungkan di Bumi Porodisa. Masyarakat Adat Kampung Melonguane menggelar kegiatan "Panen Bersama Tanaman Kacang Tanah" di halaman Gereja GERMITA Ebenhaezer Melonguane, pada Senin pagi (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara nilai-nilai kearifan lokal dengan program pembangunan sektor pertanian yang didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kepulauan Talaud, Daud Malensang, S.Sos., yang mewakili Bupati Welly Titah. Turut hadir pula para tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan warga masyarakat yang antusias mengikuti proses panen dari awal hingga akhir.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Daud Malensang, Bupati Welly Titah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif masyarakat adat. Beliau menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan budaya leluhur dengan upaya modernisasi sektor pertanian demi kesejahteraan bersama.
Bupati juga menekankan pentingnya mengubah paradigma generasi muda terhadap dunia pertanian. Ia mengajak pemuda-pemudi Talaud untuk tidak lagi memandang pertanian sebagai sektor tertinggal atau kotor, melainkan sebagai ladang ekonomi yang menjanjikan dan mulia.
"Dari tanah inilah kehidupan kita bermula. Saya berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremonial panen saja, melainkan dapat terus dikembangkan menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali semangat bertani dan memperkuat ekonomi kerakyatan," tambah Bupati.
Kegiatan panen kacang tanah ini berlangsung dengan suasana sukacita dan kekeluargaan. Warga saling bahu-membahu mencabut tanaman, membersihkan hasil panen, dan berbagi cerita tentang teknik bercocok tanam yang efektif di lahan kering. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah memberikan motivasi tambahan bahwa Pemkab Talaud selalu siap mendukung segala bentuk inovasi pertanian berbasis komunitas.
Asisten Daud Malensang menegaskan bahwa dukungan pemda tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga fasilitasi akses pasar dan teknologi sederhana agar hasil pertanian masyarakat adat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
"Mari kita jaga warisan leluhur ini. Ketika kita mandiri pangan, kita mandiri secara ekonomi dan politik. Ini adalah wujud kedaulatan rakyat yang sesungguhnya," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor dengan mengoptimalkan potensi lokal seperti kacang tanah, ubi, jagung, dan sagu. Program ini sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan sektor agraris.