hukrim

Masyarakat Kotamobagu Keluhkan Kelangkaan BBM dan Harga Eceran Rp15 Ribu, Kapolres Didesak Tindak Penimbun

Selasa, 1 September 2026 | 18:27 WIB
Iluatrasi Pertalite (Dok. Istimewa)

KOTAMOBAGU — Persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kota Kotamobagu kembali memicu keresahan warga. Panjangnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memaksa masyarakat menghabiskan waktu hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Kondisi ini diperparah dengan melambungnya harga Pertalite yang dijual secara eceran di pinggir jalan, di mana harganya dilaporkan mencapai Rp15.000 per liter. Lonjakan harga yang tidak wajar tersebut dirasakan sangat memberatkan perekonomian warga, khususnya bagi para pekerja harian dan pengguna sepeda motor.

Menyikapi situasi yang kian mengimpit ini, masyarakat meminta aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Kotamobagu, untuk segera turun tangan menertibkan dugaan praktik penimbunan dan penjualan BBM bersubsidi secara ilegal.

“Masyarakat sekarang sudah sangat kesulitan. Di SPBU harus antre panjang, sementara kalau membeli di pengecer harganya bisa sampai Rp15 ribu per liter. Kami berharap polisi turun langsung dan menindak tegas jika memang ditemukan adanya penimbunan BBM,” ujar salah seorang warga.

Warga menduga, mengularnya antrean di SPBU tidak hanya dipicu oleh tingginya konsumsi harian masyarakat, tetapi juga adanya oknum-oknum yang sengaja membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar (tap BBM) untuk kemudian dijual kembali demi meraup keuntungan pribadi.

​Masyarakat mendesak kepolisian bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan lapangan secara sporadis, termasuk menelusuri aktivitas pembelian yang mencurigakan dan tempat penyimpanan BBM tanpa izin.

“Kalau memang ada oknum yang menimbun BBM untuk mendapatkan keuntungan besar di tengah kesulitan masyarakat, kami meminta agar ditindak sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai masyarakat kecil yang menjadi korban,” tegas warga lainnya.

Selain penindakan hukum terhadap spekulan dan penimbun, warga menuntut peningkatan pengawasan di setiap SPBU di Kotamobagu. Hal ini penting agar penyaluran BBM bersubsidi berjalan transparan, tepat sasaran, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kotamobagu masih menantikan langkah konkret dari pihak kepolisian dan Pemkot Kotamobagu guna mengatasi kelangkaan BBM dan menekan harga eceran yang meroket.

***/syil

Tags

Terkini