Talaud, Sulutzone.com — Tiga nelayan asal Desa Bowombaru, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, berhasil selamat dari maut setelah perahu motor (pamboat) yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan terombang-ambing dihantam gelombang tinggi di perairan Melonguane pada Rabu, 29 Juli 2026.
Aksi tanggap darurat dan penyelamatan berawal dari inisiatif salah satu korban yang memanfaatkan fitur live streaming Facebook di tengah laut saat kondisi darurat. Ketiga nelayan tersebut adalah Permenas Mananoma (50) selaku juru mudi, serta dua Anak Buah Kapal (ABK) yakni Kodemus Mananoma (64) dan Kris Edward Mangalehe (32).
Kejadian bermula saat ketiganya berangkat melaut menggunakan Pamboat "ALEGRA" pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka menuju ke lokasi pontong (rumpon) milik warga lokal yang berjarak sekitar 11 mil dari bibir pantai Desa Bowombaru.
Namun, bencana menghampiri saat mereka hendak bertolak pulang ke daratan pada Rabu sekitar pukul 06.30 WITA. Cuaca ekstrem mendadak menerjang perairan tersebut.
"Angin bertiup sangat kencang dan gelombang laut mencapai ketinggian sekitar dua meter. Ombak langsung menerpa bagian depan perahu hingga bocor," ujar Permenas saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Akibat kebocoran tersebut, air laut dengan cepat memenuhi sebagian badan kapal hingga menyebabkan mesin perahu mati total. Di tengah kepungan ombak dan arus deras yang membawanya hanyut ke arah perairan Tabang, Permenas mengambil langkah nekat dengan menyiarkan kondisi mereka secara langsung melalui aplikasi Facebook.
Siaran langsung tersebut rupanya terpantau oleh pemilik pamboat, Helen Makawekes, sekitar pukul 08.00 WITA. Mengetahui perahunya dalam bahaya, Helen segera meminta bantuan warga dan keluarga untuk melakukan pencarian.
Tim pencari independen dari warga yang dipimpin oleh Lodrik Sahapati bertolak menggunakan pamboat sekitar pukul 08.00 WITA. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 10.00 WITA, rombongan warga berhasil menemukan lokasi keberadaan ketiga korban yang terombang-ambing di tengah laut.
Informasi kecelakaan laut ini juga sampai ke Polsek Melonguane dan Sat Polairud Polres Kepulauan Talaud sekitar pukul 09.00 WITA. Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Melonguane IPDA Jemy Ronald Tipawael, S.A.P., dan Kasat Polair AKP Lendi Hutabarat langsung menerjunkan personel gabungan menuju Desa Bowombaru untuk memantau serta mengamankan jalannya proses evakuasi.
"Pamboat yang tenggelam sebagian berhasil diikat menggunakan tali dan ditarik perlahan menuju daratan," ujar Kapolres
Tak lupa Kapolres mengimbau kepada warga yang memiliki profesi atau aktivitas melaut agar tetap memperhatikan kondisi cuaca serta memantau informasi dari BMKG.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Tolong perhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat dan rutin memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG. Jangan memaksakan melaut jika cuaca tidak bersahabat, " imbau AKBP Dwi Yatmoko
Setelah perjuangan menarik kapal dari tengah laut, rombongan evakuasi akhirnya berhasil mendarat di pantai Desa Bowombaru pada pukul 15.00 WITA. Ketiga nelayan dipastikan selamat tanpa luka serius dan langsung ditangani oleh pihak keluarga.
Sementara itu, Pamboat "ALEGRA" kini sudah ditambatkan di pesisir pantai Desa Bowombaru untuk menjalani perbaikan struktur perahu yang mengalami kebocoran. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.