hukrim

Pelayanan Buruk, Retribusi Mahal! Komunitas Nusa Utara Ancam Laporkan Pelindo Manado ke Menteri BUMN"

Jumat, 27 Juni 2025 | 19:54 WIB
Seorang Security PT. Pelinda regional 4 Manado yang sementara nerbuat semena mena kepada warga (Brian) di ruang Tunggu pelabuhan Manado (Istimewa) (Pemberian M )

Talaud, sulutzone.com - Keluhan warga Nusa Utara (Sebutan untuk warga Sangihe, Talaud dan Sitaro) soal buruknya pelayanan PT. Pelindo Regional 4 Manado di Terminal Pelabuhan (Ruang Tunggu) Manado terus menyeruak ke permukaan. Komunitas masyarakat Nusa Utara merasa geram oleh ulah Security yang bertugas di areal Ruang Tunggu yang bertindak semena mena dan sungguh di luar batas kemanusiaan.
Seperti yang di keluhkan Brian, Warga Talaud saat di wawancarai Wartawan di areal Pelabuhan Manado, Jumat (27/06/2025).

Brian menuturkan bahwa perlakuan semena mena dan tak manusiawi berapa dipertontonkan kepada publik yang ada di ruang tunggu Manado saat itu, oleh petugas security sebagai wujud perwakilan PT. Pelindo Regional 4 Manado, Dimana warga Nusa Utara yang sedang Makan di Rumah Makan Ruang Tunggu di ganggu dengan tanpa memperhitungkan etika dan tata krama karena alasan penataan tempat duduk.

Sungguh kami diperlakukan tak manisiawi, dimana kami sementara makan, kursi yang kami duduki digeser dengan tak semena mena seperti menggerakkan kursi kosong, sehingga kami menjadi kehilangan selera makan meski makanan itu telah dibayar,”. Ujar Brian terlihat sangat Kecewa.

Brian, menambahkan bahwa kalau tempat duduk kami digeser untuk menatatak tempat duduk karena kekhawatiran mengganggu pengunjung lain di ruang tunggu, maka itu sungguh tak masuk akal karena areal ruang tunggu yang berfungsi sebagai jalan masih sungguh sangat lebar dengan ukuran kurang lebih dua meter.

Security dan PT. Pelindo Regional 4 Manado, perlu belajar dan memahami Tata Krama dalam Etika Pelayanan Publik, bahwa setiap orang berhak memperoleh kenyamanan apalagi orang sementara makan.” Pungkas Brian memendam amarah.

Disisi lain Ernisto, Tokoh masyarakat Nusa Utara menyayangkan hal tersebut, menurutnya bahwa etika dan tata krama sebagai pelayan publik harus dijaga apalagi dengan sengaja mengusik ketenangan orang lain yang sementara makan.

Kami mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD, baik Pemda Sangihe, Talaud maupun Sitaro untuk melayangkan Nota Protes ke Menteri BUMN Republik Indonesia untuk segera mungkin mencopot General Manager dari PT. Pelindo Regional 4 Manado atas kelalaian dan ketidak becusan pelayanan jajarannya”. Ujar Ernisto berjanji akan siap berkoordinasi antar lintas komunitas dan Pemerintah Daerah se Nusa Utara dalam menyikapi hal ini.

Ernisto, menambahkan bahwa keluhan dan rasa kecewa masyarakat Nusa Utara akan buruknya pelayanan yang menjadi tanggung jawab dari PT. Pelindo Regional 4 Manado terus berlanjut seakan tak pernah selesai, setelah sebelumnya salah satu Anggota DPRD Talaud, Voker Pele melayangkan protes keras lewat akun media sosial Facebook beberapa waktu yang lalu karena fasilitas air sebagai sarana fital di Toilet Ruang Tunggu Pelabuhan Manado dalam kondisi mati sehingga sangat menyengsarakan mayoritas masyarakat Nusa Utara sebagai pengguna fasilitas padahal masyarakat telah dibebani dengan berbagai tuntutan retribusi.

Sangat ironis, pelayanan buruk tapi retribusi mahal, kami sudah sangat sering mendengar keluhan masyarakat termasuk pedagang warung makan yang ada di Pelabuhan Manado.

Sampai berita ini naik tayang General Manager PT. Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Artis, belum berhasil dikonfirmasi seputar buruknya pelayanan dan perlakuan semena mena di luar batas kemanusiaan terhap masyarakat dan pedagang rumah makan yang ada di Pelabuhan manado, padahal para pedagang makan yang ada di Pelabuhan telah diwajibkan membayar “Upeti” sebesar 3,5 juta rupiah setiap bulannya.

Tags

Terkini