Tragedi Tambang Tanoyan Selatan: Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Lubang Milik AP

photo author
Sylvia Lasupu, Sulut Zone
- Senin, 20 April 2026 | 21:27 WIB
Lokasi Tambang Tanoyan Bolmong Renggut Nyawa (Dok. Istimewa)
Lokasi Tambang Tanoyan Bolmong Renggut Nyawa (Dok. Istimewa)

LOLAYAN, SULUTZONE – Duka mendalam menyelimuti Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Dua orang pria yang diketahui merupakan kakak beradik ditemukan tewas setelah tertimbun material longsor di lokasi pertambangan tradisional pada Senin (20/04/2026).

Insiden maut ini terjadi di dalam lubang tambang yang diduga milik warga berinisial AP, penduduk Desa Tanoyan Utara. Struktur tanah yang labil disinyalir menjadi penyebab utama ambruknya lubang hingga mengubur kedua korban.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban sedang melakukan aktivitas penambangan rutin di dalam lubang tersebut. Tanpa ada tanda-tanda awal, material tanah tiba-tiba luruh dan menutup akses keluar, menyebabkan keduanya terjebak di kedalaman tanpa sempat menyelamatkan diri.

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat bersama tim evakuasi. Setelah melakukan pencarian intensif selama beberapa jam, kedua korban berhasil dievakuasi, namun sayangnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Pengusaha Tambang Bolmong Masuk Tahap II, Kenapa Gusri Belum Ditahan?

Penjelasan Pihak Kepolisian

Kapolres Bolmong melalui Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami penyebab pasti kecelakaan.

“Dugaan sementara, kejadian ini disebabkan oleh kondisi tanah yang labil serta kurangnya standar keselamatan di lokasi tambang,” ungkap IPTU Johan Atang saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, IPTU Johan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Penyelidikan mendalam akan dilakukan, termasuk memeriksa legalitas operasional tambang serta melihat adanya potensi unsur kelalaian dari pihak pengelola.

Himbauan Keselamatan

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para penambang tradisional di wilayah Bolaang Mongondow. Minimnya pengawasan dan standar keselamatan kerja (K3) seringkali menjadi faktor utama hilangnya nyawa di sektor ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam aktivitas penambangan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali hanya karena mengabaikan risiko," tegas Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Polsek Lolayan.


Reporter: Syilvia

Editor: Redaksi SulutZone

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X