SULUTZONE.COM, MANADO – Dunia pendidikan di Kota Manado digemparkan oleh dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru. Guru berinisial GRM dari SMP Negeri 5 Manado dilaporkan memukul seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SD kelas 4, pada hari yang diduga bertepatan dengan adanya kegiatan sekolah.
Insiden tragis ini dibagikan oleh keluarga korban di media sosial, yang menuntut keadilan bagi ponakannya.
Menurut keterangan yang beredar, korban (siswa SD) datang ke SMPN 5 untuk menjemput kakaknya yang sedang mengikuti lomba. Setelah acara selesai, guru pelaku mengumumkan melalui pengeras suara agar kursi dirapikan.
Baca Juga: Pasca-Puting Beliung Rainis, Personil Polsek Rainis Turun Tangan Data Korban dan Bersihkan Puing.
Awal mula insiden adalah saat pelaku diduga bercanda dengan kakak korban. Kakak korban kemudian membalas candaan itu dengan mengatakan agar pekerjaan angkat kursi diserahkan kepada siswa laki-laki.
"Laki-laki Jo yg angkat pak," kata kakak korban sambil bercanda.
Mendengar hal itu, pelaku kemudian menunjuk korban (siswa SD) dan menyuruhnya ikut membantu. Karena merasa bisa membantu, korban pun berinisiatif mengangkat kursi dan memasukkannya ke dalam ruangan.
Baca Juga: PLN Sambut Positif Langkah BSN Tetapkan SNI FABA untuk Dukung Pertanian Produktif dan Berkelanjutan
Masalah muncul setelah korban menyelesaikan tugasnya. Korban dengan polos berkata, "AA (korban) so angka skrng pak guru Leh angka dank," sambil menunjuk pelaku.
Pernyataan ini rupanya menyulut emosi pelaku. Pelaku yang diduga sudah dalam keadaan mabuk minuman keras (miras) langsung melayangkan tendangan ke pantat korban dan menamparnya hingga mengalami lebam.
Keluarga korban menyayangkan bahwa banyak guru yang menjadi saksi di lokasi kejadian namun tidak ada yang melerai. Hal ini diduga karena guru pelaku disebut "SANGAT DISEGANI KARNA AROGAN".
Kekerasan baru terhenti setelah seorang ibu guru mengambil tindakan dengan mencubit pelaku hingga ia tersadar dan menghentikan pemukulan.
Saat kakak korban berteriak dan menangis, pelaku justru menantang. Pelaku lantas mengatakan, “PANGGE NGN PE PAPA KAMARI,” yang diinterpretasikan keluarga sebagai ajakan duel, sejalan dengan pengaruh alkohol yang memengaruhi tersangka.
Pihak keluarga sangat menyayangkan adanya kegiatan yang berujung pada konsumsi miras di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi contoh baik bagi generasi muda.
Artikel Terkait
Propam Sulut 'Sisir' Polres Talaud, Jaga Marwah Polri
Oknum Polisi Diduga "Raja" di Bisnis Taxi Gelap Manado-Amurang, Sopir Resah!
Solidaritas Tanpa Batas! Propam Polda Sulut Jenguk Anggota Sakit, Wujud Kepedulian Nyata Institusi
"Dari Sekolah Hingga Pelabuhan: Aksi Sigap Sat Samapta Amankan Talaud Lewat Patroli Roda Dua"
Aksi Nyata TNI AD di Talaud: Koramil Essang Motivasi Peternak Ayam Petelur, Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Sinergi Kuat TNI-Pemda: Talaud Sambut Pembentukan Satuan Baru Kodim 1312/Tld
Sekda Talaud, Yohanis B. K. Kamagi Sambut Kepala BPS dengan Pengalungan Bunga, Momentum Eratkan Pembangunan Berbasis Data
Solidaritas Tanpa Batas, Polres Kotamobagu Salurkan Bantuan Ratusan Kilo Beras untuk Korban Banjir Bolmong
PLN Sambut Positif Langkah BSN Tetapkan SNI FABA untuk Dukung Pertanian Produktif dan Berkelanjutan
Pasca-Puting Beliung Rainis, Personil Polsek Rainis Turun Tangan Data Korban dan Bersihkan Puing.