MANADO, Sulutzone.con -- Dunia usaha transportasi ilegal, atau yang dikenal sebagai 'taxi gelap', di jalur Manado-Amurang tengah memanas. Seorang oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dilaporkan telah menjelma menjadi "raja" yang mengatur bisnis gelap tersebut, menimbulkan keresahan mendalam di kalangan sopir lain.
Kekuasaan oknum ini disinyalir digunakan untuk kepentingan pribadinya, bahkan mengatur jalur keberangkatan seenaknya sendiri terutama pada waktu pagi hari yang merupakan jam sibuk.
Oknum Kuasai 5 Unit Mobil dan Atur Jalur Suka-suka
Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, oknum polisi tersebut diduga telah memiliki setidaknya 5 unit mobil pribadi yang secara aktif dioperasikan dalam bisnis taxi gelap ini. Pengaturan jalur yang semena-mena, di mana ia memprioritaskan armadanya sendiri atau pihak yang menguntungkan dirinya, telah merugikan sopir taxi gelap lainnya yang harus menunggu giliran lebih lama.
Para sopir mengeluhkan bahwa oknum tersebut melanggar aturan tak tertulis yang selama ini menjadi kesepakatan antar sopir dalam mengatur antrean keberangkatan. Kekuasaan dan jabatannya ditengarai menjadi alat untuk memaksakan kehendak pribadinya.
Puncak Keresahan: Hampir Adu Jotos di Pangkalan Taxi Gelap
Keresahan yang menumpuk ini mencapai puncaknya pada kemarin pagi, sekitar pukul 05.30 WITA. Di pangkalan taxi gelap yang berlokasi di depan Multi Mart Malalayang, hampir terjadi adu jotos antara oknum polisi tersebut dengan salah satu sopir taxi gelap yang merasa dirugikan.
Aksi kekerasan ini diduga dipicu oleh protes sang sopir terhadap perlakuan oknum polisi yang kembali mengatur antrean keberangkatan secara tidak adil. Kejadian tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan di waktu subuh.
Ruddy Wurangian, salah satu sopir yang berani menyuarakan protes, sempat mengungkapkan bahwa oknum tersebut bahkan melontarkan ancaman bernada intimidasi kepada sopir yang melawan aturannya.
Kini, para sopir taxi gelap Manado-Amurang berharap agar pihak berwenang di tubuh Polri segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggotanya yang telah mencoreng citra institusi dan meresahkan masyarakat di bisnis transportasi ilegal ini.
Dede
Artikel Terkait
Perkuat Kebinekaan, Richard Sualang Minta FPK Konkretkan Sinergi di Manado
Propam Polres Talaud Wujudkan Transparansi Nyata: Layanan Aduan Masyarakat (Dumas) Kini Lebih Dekat dan Mudah Diakses!
Pendaftaran Muscablub HIPMI Boltim Dibuka, Biaya Capai Rp35 Juta
"Tingkatkan Rasa Aman, Polsek Melonguane Sisir Melonguane dengan Patroli Presisi"
Identifikasi Dua Kerangka di Gedung ACC Kwitang, Polisi Ambil Data DNA Keluarga Korban Hilang
Anggota Polisi Tebo Pelaku Pembunuhan Dosen Diringkus, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Asta Karya ARYADUTA Manado 2025 Sukses Angkat Legenda Toar & Lumimuut
Propam Polda Sulut 'Gedor' Polsek Beo Dan Polsek Rainis Talaud: Gaktibplin Tegakkan Disiplin Anggota!
DPD NasDem Kepulauan Talaud Gelar Bakti Sosial dan Ibadah Peringati HUT ke-14
Propam Sulut 'Sisir' Polres Talaud, Jaga Marwah Polri