MANADO, sulutzone.com – Pagelaran Seni dan Budaya tahunan Asta Karya 2025 yang diselenggarakan oleh ARYADUTA Manado sukses digelar dengan mengangkat tema “Embun Matahari: Toar & Lumimuut,” yang merayakan legenda cinta dan asal mula masyarakat Minahasa.
Acara yang merupakan edisi ketiga ini berlangsung meriah di Grand Ballroom lantai 6 hotel, dimulai pukul 10.00 WITA.
Acara dibuka secara megah dengan penampilan Tari Kabasaran. General Manager ARYADUTA Manado, Bapak Jayadi Hadinata, menyampaikan bahwa Asta Karya bukan sekadar acara rutin, tetapi merupakan komitmen hotel untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkarya.
“Kami ingin setiap tamu yang datang... merasakan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Sulawesi Utara,” ujar Bapak Jayadi Hadinata.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bapak Jani Niclas Lukas, S.Pi, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang mewakili Gubernur. Beliau menyebut kegiatan ini sangat membantu Pemerintah dalam mempromosikan seni dan budaya Minahasa, dan berharap Asta Karya dapat menjadi contoh bagi hotel-hotel lainnya.
Asta Karya 2025 menampilkan berbagai pertunjukan dan sesi interaktif. Salah satu momen berkesan adalah penampilan SMP Eben Haezar 2 Manado yang membawakan Lagu Indonesia Raya versi Kolintang, memicu semangat nasionalisme hadirin. Sekolah ini juga kembali tampil memukau dengan kolaborasi choir dan Kolintang membawakan medley lagu-lagu Nusantara.
Acara juga diisi dengan sesi mendongeng oleh Juavinca Lumingkewas, serta Sesi Interaktif Literasi Seni & Budaya bersama seniman Achi Breyvi Talanggai yang berbagi pandangan mengenai relevansi seni budaya di era modern.
Pricilia Tambuwun dari SMA Negeri 1 Manado juga berhasil mencuri perhatian dengan monolog mendalam bertajuk “Maria di Sebuah Kongres.”
Puncak perayaan adalah Pertunjukan Teater Eksperimental “Embun Matahari: Toar & Lumimuut” karya Rivo Richardo. Pementasan ini merupakan kolaborasi dari Sanggar Setali Sekawan, Vox Teater Club, dan Sekawan Sastra, yang memadukan seni peran, musik, dan visual dengan kuat, meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Acara Asta Karya 2025 ditutup dengan sesi pengenalan para talent teater, foto bersama, dan makan siang. Kehadiran Dinas Kebudayaan, sekolah-sekolah, universitas, IHGMA, Siloam Hospitals, dan media menegaskan dukungan luas terhadap inisiatif budaya ARYADUTA Manado ini.
***
Artikel Terkait
Komitmen Harkamtibmas : Polres Kepulauan Talaud Intensifkan Patroli Presisi di Seluruh Sudut Kota"
"Jaga Marwah Pelayanan: Itwasda Polda Sulut 'Bedah' Kinerja Tahap II Polres Talaud"
Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kepulauan Talaud Hadiri Pelantikan Ketua PN Melonguane di Manado
Rumah Warga Tongkaina Terbakar, Damkar Manado Catat Kasus Ke-75 Tahun Ini
Perkuat Kebinekaan, Richard Sualang Minta FPK Konkretkan Sinergi di Manado
Propam Polres Talaud Wujudkan Transparansi Nyata: Layanan Aduan Masyarakat (Dumas) Kini Lebih Dekat dan Mudah Diakses!
Pendaftaran Muscablub HIPMI Boltim Dibuka, Biaya Capai Rp35 Juta
"Tingkatkan Rasa Aman, Polsek Melonguane Sisir Melonguane dengan Patroli Presisi"
Identifikasi Dua Kerangka di Gedung ACC Kwitang, Polisi Ambil Data DNA Keluarga Korban Hilang
Anggota Polisi Tebo Pelaku Pembunuhan Dosen Diringkus, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual