Identifikasi Dua Kerangka di Gedung ACC Kwitang, Polisi Ambil Data DNA Keluarga Korban Hilang

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Senin, 3 November 2025 | 06:54 WIB
Ilustrasi kejahatan (Istimewa)
Ilustrasi kejahatan (Istimewa)

SULUTZONE.COM, JAKARTA – Penyelidikan terkait temuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus di Gedung ACC kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, terus bergulir. Aparat kepolisian kini tengah melakukan upaya pencocokan data DNA untuk mengidentifikasi korban, yang diduga terkait dengan insiden kerusuhan dan kebakaran gedung pada akhir Agustus lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengonfirmasi bahwa pihak keluarga yang melaporkan kehilangan anaknya melalui KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) telah diambil sampel DNA.

“Sudah ada, keluarga dari yang dilaporkan hilang oleh KontraS sudah ambil data DNA pembanding di RS Kramat Jati dan Labfor Polri,” kata AKBP Roby Saputra, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga: Anggota Polisi Tebo Pelaku Pembunuhan Dosen Diringkus, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Pengambilan data DNA pembanding dari keluarga berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis (30/10) dan Jumat (31/10) lalu.

Dua orang yang dilaporkan hilang oleh KontraS dan belum ditemukan itu adalah M. Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo. KontraS sebelumnya menyampaikan bahwa kedua orang tersebut terakhir kali terlihat di Kwitang, yang merupakan salah satu titik kerusuhan besar pada 29 Agustus.

Kerangka manusia tersebut ditemukan pada Kamis (30/10) oleh pekerja yang hendak melakukan renovasi pada gedung yang pernah terbakar tersebut.

Baca Juga: ​Tingkatkan Rasa Aman, Polsek Melonguane Sisir Melonguane dengan Patroli Presisi

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa kerangka ditemukan dalam kondisi tertimbun plafon di kantor administrasi lantai 2 gedung ACC, Kwitang, Senen.

“Polres Metro Jakarta Pusat saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus terbakar yang sudah tidak dikenali bentuknya,” kata Kombes Susatyo, Jumat (31/10).

Saat ini, masyarakat menantikan hasil dari pencocokan DNA tersebut untuk memastikan identitas kedua kerangka dan mengungkap kaitan insiden tragis ini dengan kerusuhan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Ingin mendapatkan berita terbaru seputar perkembangan kasus kriminal, keamanan, dan penegakan hukum di Indonesia? Kunjungi sulutzone.com sekarang juga!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X