MINAHASA UTARA – Proyek pembangunan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 18,14 miliar, kini menuai sorotan tajam.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Sabata Karya Kencana dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hario Pamungkas dari Balai Prasarana Pemukiman (BPP) Wilayah Sulawesi Utara ini diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi, dan berpotensi merugikan negara.
Temuan di lapangan menunjukkan adanya dugaan konspirasi antara PPK dan kontraktor.
Pemasangan pipa yang seharusnya ditanam sedalam 70-80 cm sesuai standar teknis, justru hanya diletakkan di permukaan tanah.
Ironisnya, untuk menutupi kecacatan pekerjaan, pipa-pipa tersebut dimasukkan ke dalam saluran drainase lama yang kemudian dicor, membuat saluran menjadi dangkal dan berpotensi menyebabkan masalah baru seperti penyumbatan dan banjir.
Tak hanya itu, beberapa bagian pipa yang berada di pinggir jalan hanya ditutup dengan coran beton tipis, yang kini sudah hancur.
Kondisi ini secara gamblang membuktikan kualitas pengerjaan yang sangat buruk dan minimnya pengawasan.
Warga Kecewa, Proyek Milyaran Rupiah Jadi Mubazir
Meskipun proyek ini dilaporkan telah selesai, warga di Desa Pulisan dan Kinunang, yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama, hingga kini belum mendapatkan aliran air bersih.
Seorang warga mengungkapkan kekecewaannya.
“Kami belum dialiri air hingga saat ini. Katanya itu untuk tiga desa, tapi hanya dialiri satu desa saja,” keluhnya.
Hal ini menunjukkan bahwa anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan pemerintah tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Situasi ini mendesak adanya investigasi menyeluruh dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Masih Numpang di GMIM Patmos, Elryc Mosal Kaget Anggaran Pembangunan TK Negeri Bunaken Tiba-tiba Hilang dari Pembahasan
Semarak Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50%
ARYADUTA Manado Gandeng Puluhan Wedding Partner Luncurkan Ulang Paket Pernikahan "Vow & Forever"
Aplikasi Byond Milik Bank BSI Dikeluhkan Nasabah, Kesulitan Transaksi hingga Uang Tertahan
Jalan Rusak di Bitung Segera Diperbaiki, Kasatker Wilayah I BPJN Sulut Ambil Langkah Cepat
Provider Internet "MyRepublic" Dikeluhkan Warga, Pasang Tiang Sembarangan Tanpa Izin
Wujudkan Talaud Kondusif, Sat Samapta Polres Talaud Gelar Patroli di Titik-Titik Rawan
Polri Tangkap Tujuh Penyebar Hoaks Provokatif Terkait Aksi Unjuk Rasa
Polsek Wenang Limpahkan Berkas Tahap II Tersangka ke Kejaksaan Negeri Manado
Siapa Dalang di Balik Teror Dini Hari? Tim Alpha Polresta Manado Berhasil Ringkus Keduanya!