Sulutzone.com — Setelah sekian lama dilanda kepungan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan deras akhirnya mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya di Kalimantan Barat pada Selasa (15/9/2026) sore mulai pukul 17.00 WIB.
Momen turunnya hujan lebat ini disambut rasa syukur oleh masyarakat lokal yang membagikan video serta unggahan di media sosial Threads. Sebelum hujan turun, kondisi langit sore di Pontianak sempat terlihat gelap pekat dan tampak menguning.
Salah seorang warga Pontianak melalui akun Threads @romero.ahd mengabadikan perubahan cuaca yang terbilang tidak biasa tersebut.
"Pontianak sore ini enggak pernah segelap ini, padahal masih jam 16.08 WIB. Kayaknya mau hujan deras ini," tulisnya.
Air Hujan Keruh Bukti Pekatnya Asap Karhutla
Meski turunnya hujan membawa angin segar bagi upaya pemadaman api, warga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memakai masker. Seorang pengguna Threads dengan akun @adi****i membagikan potret air hujan yang berhasil ditampungnya langsung dari langit.
Air hujan tersebut terlihat berwarna kuning keruh akibat terkontaminasi oleh sisa-sisa polutan asap karhutla yang membumbung di udara.
"Ternyata sekotor ini udara Pontianak selama karhutla. Stay safe tetap pakai masker ya," ungkapnya dalam unggahan tersebut.
BNPB Catat Luas Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare
Di hari yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data resmi terkait besaran dampak bencana karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (15/9/2026) bahwa total area terbakar telah melampaui angka 48 ribu hektare.
"Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare," kata Berton.
Data Karhutla dan Dampak Kualitas Udara Kalimantan Barat
| Parameter Kebencanaan | Data Terkini (per 15 September 2026) |
| Total Luas Karhutla Kalbar | 48.535,73 Hektare |
| Titik Api Baru (14 Sep) | 19 Titik Api (Estimasi Luas 261 Hektare) |
| Luas Berhasil Dipadamkan | 180 Hektare (175 Ha Satgas Darat, 5 Ha Water Bombing) |
| Sisa Titik Api Aktif | Lebih dari 80 Hektare |
| Kategori Kualitas Udara | Berbahaya (Jarak Pandang < 1 kilometer) |
| Wilayah Terdampak Asap | Pontianak, Mempawah, Melawi, Sambas, & Ketapang |
Meskipun hujan deras yang mengguyur diharapkan mampu meredam titik api (hotspot) serta menekan kepekatan kabut asap, tim Satgas Darat dan Udara BNPB tetap disiagakan untuk memadamkan sisa-sisa kebakaran di wilayah gambut.
Artikel Terkait
Serikat Islam Bolmong Raya Sambut Putusan Banding Sengketa, PTA Manado Nyatakan PA Kotamobagu Berwenang
Meriahkan Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadirkan Kejutan Istimewa di Rumah Pelanggan
Wujudkan Komitmen Layanan Terbaik, PLN UP3 Tahuna Pererat Sinergi Lintas Sektor di Hari Pelanggan Nasional 2026
Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan Sejak Dini
Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Yudo Achilles: Bapak Balik Jadi Trader Lagi
Genap 1 Tahun Menkeu: Rekam Jejak Purbaya Yudhi Sadewa, Gaya 'Koboi' Hingga Polemik Danantara
Evakuasi KM Virgo Transport 8 Terhalang Arus dan Risiko Tekanan, Basarnas Kaji Opsi Balikkan Kapal
142 Siswa MTsN 1 Pariaman Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Dilarikan ke Rumah Sakit!
Momen Sertijab Menkeu: Suahasil Nazara Terima Estafet Jabatan dari Purbaya Yudhi Sadewa